Ondel-ondel Berwajah Seram

Mahasiswa Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta
Konten dari Pengguna
20 Juni 2022 21:59
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Munayya Aulia Rahmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ondel-ondel Budaya Betawi Foto : Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ondel-ondel Budaya Betawi Foto : Pexels
ADVERTISEMENT
Sore itu aku dan keluarga besarku berkumpul di rumah paman yang berada di Ibu kota Jakarta, biasa kami melakukan kegiatan arisan ini setiap 3 bulan sekali.
ADVERTISEMENT
Arisan yang dilakukan oleh orang yang sudah memiliki penghasilan sendiri itu berlangsung meriah, aku dan sepupu ku bermain di teras depan rumah.
Iringan lagu khas Betawi sudah terdengar dari kejauhan, tak lama sepupu kecilku, Alesha yang tadinya bermain dekat pagar langsung berlari ke arahku sambil menangis.
Tak lama ondel-ondel melewati depan teras rumah, pantas saja Alesha kabur ketakutan karena ia takut dengan ondel-ondel, paman atau ayah dari Alesh langsung menggendong dan menenangkan Alesha.
Paman duduk di kursi sampingku, sambil menepuk-nepuk Alesha yang ternyata mengantuk.
"Ayah kenapa muka ondel-ondel seram? Kan orang jadi takut liatnya" tanya Nicho, kakak Alesha yg sudah tertidur di pangkuan Paman.
"Itu biar ondel-ondelnya tidak diganggu setan sayang.. biar setannya takut" jelas Paman kepada Nicho,putra sulungnya.
ADVERTISEMENT
Aku yang baru tahu mengenai fakta tersebut, langsung mencarinya di handphoneku. Ternyata benar fungsi dari wajah menyeramkan ondel-ondel itu agar roh jahat takut dan tidak mengganggu manusia.
Ternyata ondel-ondel yang sudah ada sejak zaman penjajahan ini dibuat berpasangan, layaknya suami dan istri. Hal ini juga membuat kenapa ondel-ondel ada disetiap acara besar orang betawi terutama pernikahan. Setiap atribut yang digunakan boneka besar, ondel-ondel ini ternyata memiliki maknanya tersendiri.
Seperti arti kembang kelapa di atas kepala ondel-ondel ini berarti kekuatan. Bak pohon kelapa yang besar menjulang ke atas, ondel-ondel perlu di isi dengan orang yang kuat walaupun terbuat dari rotan tapi boneka ini memiliki berat 20-25 kg dengan tinggi 2,5 m.
ADVERTISEMENT
Akibat asyik mencari informasi tentang salah satu budaya Betawi yang hampir punah ini, aku sampai tidak sadar kalau semuanya sudah masuk ke dalam untuk makan malam bersama. Aku menyimpan handphoneku ke dalam kantong lalu menyusul yang lainnya yang sudah berkumpul untuk makan bersama.
( Munayya Aulia Rahmah/Politeknik Negeri Jakarta)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020