Konten dari Pengguna

Mahasiswa Indonesia Menelusuri Sejarah di Museum Kerajaan Riyadh

Murdiono

Murdiono

Murdiono adalah dosen dan peneliti di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memiliki keahlian dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Murdiono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Indonesia menelusuri sejarah Arab Saudi di Museum Riyadh. Pengalaman belajar langsung memperkuat identitas dan wawasan lintas budaya.

Dok. Penulis Mahasiswa Indonesia menelusuri sejarah Arab Saudi di Museum Riyadh
zoom-in-whitePerbesar
Dok. Penulis Mahasiswa Indonesia menelusuri sejarah Arab Saudi di Museum Riyadh

Kunjungan Museum: Lebih dari Wisata Edukatif

Kunjungan ke museum sering dianggap sekadar rekreasi, namun bagi mahasiswa Indonesia, pengalaman menelusuri The National Museum Riyadh pada Hari Nasional Arab Saudi memiliki makna lebih. Mereka tidak hanya melihat artefak dan manuskrip kuno, tetapi juga memahami narasi panjang tentang identitas sebuah bangsa.

Dok Penulis Pengunjung menjelajahi The National Museum di Riyadh

Sejarah Sebagai Jendela Identitas

Museum ini menampilkan perjalanan sejarah dari masa pra-Islam hingga berdirinya Kerajaan Arab Saudi modern. Koleksi dari fosil, keramik, hingga rekonstruksi kehidupan suku Arab memberi gambaran nyata peradaban. Mahasiswa Indonesia merasakan langsung bagaimana sejarah menjadi sarana belajar lintas budaya sekaligus refleksi atas perjalanan bangsa sendiri.

Belajar Sejarah, Merawat Identitas

Momentum kunjungan ini mengingatkan bahwa belajar sejarah bukan sekadar menghafal, melainkan memahami jati diri. Pengalaman melihat langsung peninggalan kerajaan lama Saudi Arabia memberi inspirasi dalam merawat identitas bangsa Nusantara di tengah globalisasi.

Menguatkan Hubungan Antarbangsa

Kehadiran mahasiswa Indonesia pada momen Hari Nasional Arab Saudi memperlihatkan hubungan budaya yang erat. Pertukaran akademik dan tradisi menjadi jembatan antarperadaban.

Kritik atas Pola Lama Belajar Sejarah

Selama ini, belajar sejarah sering dianggap teori kelas. Pengalaman langsung di museum menjadi kritik terhadap pola lama yang terlalu tekstual, di mana mahasiswa sulit merasakan konteks nyata peradaban.

Kolaborasi sebagai Jembatan Budaya

Transformasi pemahaman sejarah membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga budaya, dan mahasiswa internasional. King Saud University dengan jaringannya membuka jalan, sementara museum menjadi ruang dialog yang menyatukan perspektif budaya.

Saatnya Berubah: Dari Menghafal ke Mengalami Sejarah

Kunjungan mahasiswa Indonesia ke The National Museum Riyadh menegaskan belajar sejarah harus dialami langsung. Sejarah bukan hanya pelajaran masa lalu, tetapi bekal untuk merancang masa depan. Dari Riyadh ke Nusantara, pengalaman ini menunjukkan bahwa memahami sejarah memperkuat identitas dan membentuk wawasan lintas budaya.