Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN bersama Relawan: Kedermawanan dan Kerelawanan di Masa Pandemi

Murni Rusdiana

Murni Rusdiana

Tidak ada..

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Murni Rusdiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulis: Murni Rusdiana

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RDR) angkatan ke-75 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo bekerjasama dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengadakan sharing dan diskusi secara daring. MRI itu sendiri merupakan wadah bagi relawan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah terdaftar secara resmi melalui membership.relawan.id. Sejak terkena dampak pandemi, relawan MRI terpaksa harus ikut terbatas ruang geraknya. Inilah yang mencetuskan dilaksanakannya kegiatan sharing, dengan kata lain acara ini diadakan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama akibat dampak pandemi serta untuk mengingatkan sesama relawan bahwa meskipun berjarak relawan harus tetap bergerak.

Sharing tersebut bertemakan “Kedermawanan dan Kerelawanan di Masa Pandemi”. Diskusi dilakukan melalui media pesan WhatsApp. Bersama pembicara yang sudah lama berkontribusi di dunia kerelawanan yang masih berperan sebagai ketua harian MRI, yaitu Taufiqurrahman. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah mahasiswa UIN Walisongo yang telah terdaftar sebagai anggota MRI dan relawan dari komunitas lain.

Flayer acara sharing online mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama Masyarakat Relawan Indonesia yang dilaksanakan 27 Oktober 2020

“Lembaga sosial tidak perlu ikutan di rumah saja.” Ujar pemateri di awal acara.

“Bagaimana kita membersamai masyarakat kalau lembaga sosial hanya berdiam diri di rumah?” lanjutnya.

Pembahasan ini dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk mengingatkan kepada sesama relawan bahwa meskipun ikut terdampak pandemi namun sebagai relawan kita juga bisa berkontribusi untuk membantu orang lain. Meskipun dengan nominal yang tidak banyak tetapi sebagai relawan kita bisa ikut turun tangan.

“Kalau mau sedekah itu tidak perlu muluk-muluk. Misal kita sedekah beras satu kilogram atau telur seperempat itu juga bisa membantu masyarakat bertahan satu hari. Tugas dari lembaga sosial itu untuk melihat permasalahan utama ketika pandemi atau ketika krisis itu adalah masalah pangan, kalau masalah lain-lain itu sudah ada yang memikirkan. Misalnya orang mau bertahan hidup yang dilihat pertama adalah masalah pangan.” Ujar pemateri ketika menjawab salah satu pertanyaan relawan

Berbagai kalangan masyarakat telah merasakan dampak dari pandemi ini, ada yang merasa ingin membantu namun bingung harus memulai darimana, ada juga ang merasa miris akibat kurang tepatnya bantuan yang disalurkan kepada masyarakat. Harapannya pembahasan ini dapat mengingatkan bahwa meskipun berjarak tetapi kita harus tetap bergerak. Bergerak di sini dapat diartikan dengan pergerakan untuk membantu orang lain. Sekecil apapun bantuan yang kita berikan tentu akan berdampak bagi diri sendiri maupun orang yang dibantu. Sebagian jawaban tentang kebingungan langkah untuk memulai aksi pun dirasa dapat menjadi jawaban bagi relawan.