Konten dari Pengguna

Peduli Pendidikan, Mahasiswa KKN Dampingi Pendidikan Anak Usia Dini

Murni Rusdiana

Murni Rusdiana

Tidak ada..

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Murni Rusdiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemalang-Pandemi COVID-19 begitu nyata dirasakan dampaknya oleh masyarakat dari berbagai sektor. Salah satu sektor yang tidak luput dari dampak pandemi yaitu sektor pendidikan. Dampaknya, pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah ditiadakan sampai waktu yang belum diketahui. Sementara waktu, kegiatan belajar mengajar di beberapa instansi di berbagai daerah dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Selain sekolah-sekolah, dampak COVID-19 juga dirasakan oleh kalangan di perguruan tinggi, diantaranya yaitu mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Mahasiswa semester tujuh yang telah terdaftar sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RDR) angkatan 75 diharuskan melaksanakan KKN di daerah tempat tinggal masing-masing sejak tanggal 6 Oktober hingga 19 November 2020. KKN dilakukan secara online dan offline. Ketentuan pelaksanaan program kerja sosial kemasyarakatan yang mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat boleh dilakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku di daerah masing-masing.

Pembelajaran jarak jauh dirasa kurang efektif apabila diterapkan pada anak usia dini di pedesaan. Gawai, jaringan internet maupun kendala lainnya dijadikan sebagai faktor utama mahasiswa KKN UIN Walisongo bergerak untuk mendampingi anak usia 3 sampai 5 tahun dalam melakukan pembelajaran di rumah orang tua siswa.

“Sesuai peraturan pemerintah, selama pandemi corona anak-anak tidak melakukan pembelajaran di sekolah melainkan di rumah masing-masing” Ujar Kepala KB Nurul Hidayah (06/10/2020)

Anak usia 3-5 tahun sedang belajar menulis "kupu-kupu"

Terhitung sejak 6 sampai 21 Oktober 2020 salah satu mahasiswa KKN di desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang setiap Senin sampai Kamis datang ke rumah siswa untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Jumlah siswa yang belajar telah dibagi dalam beberapa kelompok. Jumlah anak dalam satu kelompok telah dibatasi antara 6-15 anak. Selain jumlah yang dibatasi, tuan rumah juga menyediakan air dan sabun untuk mencuci tangan sebelum pembelajaran dimulai. Pembelajaran berlangsung sekitar satu jam, dilakukan sejak pukul 8 pagi sesuai kebutuhan siswa.

Pendampingan kegiatan belajar mengajar ini dilakukan atas persetujuan dari guru sekolah anak-anak tersebut. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan semangat belajar anak usia dini meskipun dalam kondisi yang sangat berbeda dari sebelumnya.