Lirik dan Terjemahan Lagu A Raindance in Traffic - The Wonder Years

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.
Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

A Raindance in Traffic merupakan lagu yang dipopulerkan oleh The Wonder Years. Lagu berdurasi 3 menit 39 detik ini merupakan lagu kesepuluh dalam album bertajuk “The Greatest Generation” yang dirilis pada 14 Mei 2013. Album ini memuat 13 trek lagu, di antaranya There, There, Passing Through A Screen Door, The Bastards, The Vultures, dan The Wolves. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “A Raindance in Traffic” yang dibawakan The Wonder Years.
Lirik dan Terjemahan Lagu A Raindance in Traffic – The Wonder Years
I’m fantasizing about doing a raindance in traffic
Aku berfantasi tentang melakukan tarian hujan di lalu lintas
I’m fantasizing about a storm to wash me away
Aku berfantasi tentang badai untuk membasuh aku
If you’d study the laugh-lines, you’d see that I’m cracking
Jika kamu mempelajari garis tawa, kamu akan melihat bahwa aku retak
I spent six months now feeling like dead weight
Aku menghabiskan enam bulan sekarang merasa seperti beban mati
The fighter in me must have died a long time ago
Pejuang dalam diriku pasti sudah lama mati
I must have been watching his ghost;
Aku pasti sedang memperhatikan hantunya;
Just going through the motions, just putting on a face
Hanya melalui gerakan, hanya memasang wajah
It feels like 1929 and I’m on the verge of a great collapse today
Rasanya seperti tahun 1929 dan aku berada di ambang kehancuran besar hari ini
Every window in this house faces a brick wall
Setiap jendela di rumah ini menghadap dinding bata
I’m panicked and absent like a bird in a cage
Aku panik dan tidak hadir seperti burung di dalam sangkar
The word from the front lines says that we’re out-gunned
Kata dari garis depan mengatakan bahwa kita kehabisan senjata
But I can’t walk away, no, I can’t walk away, no, I can’t
Tapi aku tidak bisa pergi, tidak, aku tidak bisa pergi, tidak, aku tidak bisa
I was just happy to be a contender
Aku hanya senang menjadi pesaing
I was just aching for anything
Aku hanya ingin apa-apa
And I used to have such steady hands but
Dan aku dulu memiliki tangan yang mantap tapi
Now I can’t keep ‘em from shaking
Sekarangku tidak bisa menahan mereka dari gemetar
I can’t keep ‘em from shaking
Aku tidak bisa menahan mereka agar tidak gemetar
