Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu Black And White - Parquet Courts

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang wanita mengajari putranya bermain piano. Foto: zhukovvvlad/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengajari putranya bermain piano. Foto: zhukovvvlad/Shutterstock.

Black And White merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Parquet Courts. Lagu berdurasi 3 menit 2 detik ini merupakan lagu kedua dalam album bertajuk “Sunbathing Animal” yang dirilis pada 2 Juni 2014. Album ini memuat 13 trek lagu, di antaranya What Color Is Blood, Into The Garden, dan Bodies Made Of. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “Black And White” yang dibawakan Parquet Courts.

 

Lirik dan Terjemahan Lagu Black And White – Parquet Courts

Nothing makes my heart so wild as being

Tidak ada yang membuat hatiku begitu liar sebagai makhluk

In possession of a potent night

Memiliki malam yang kuat

Racing down the stairs in a nude descension

Berlomba menuruni tangga dengan telanjang

Shedding and discarding my hide

Menumpahkan dan membuang kulitku

But the bold strokes crack so quickly

Tapi goresan yang berani retak begitu cepat

And it’s often that I wonder why

Dan seringkali aku bertanya-tanya mengapa

Dripping at the slow-motion rate of surrender

Menetes dengan kecepatan gerak lambat dari penyerahan

Hanging to my bones as they dry

Menggantung di tulangku saat mengering

How can I want something more than a new hell in which to fry

Bagaimana aku bisa menginginkan sesuatu yang lebih dari neraka baru untuk digoreng?

When I see in mostly black and white?

Ketika aku melihat sebagian besar hitam dan putih?

There’s a sinful sort of side of being

Ada sisi makhluk yang berdosa

So contained, a bit like being lost

Sangat berisi, sedikit seperti tersesat

Stumbling through the background like a small town loner

Tersandung di latar belakang seperti penyendiri kota kecil

Quietly a-whisperin’ my thoughts

Diam-diam membisikkan pikiranku

Into my cupped hands, folded and monk-like

Ke tanganku yang ditangkupkan, terlipat dan seperti biksu

At least that’s what I’ve always said

Setidaknya itulah yang selalu aku katakan

How does writing letters from the lonely margins

Bagaimana cara menulis surat dari pinggiran yang sepi?

Feel when there is no hair on my head?

Rasakan ketika tidak ada rambut di kepalaku?

Is the solitude I seek a trap where I’ve been blindly led?

Apakah kesendirianku mencari jebakan di mana aku telah dipimpin secara membabi buta?

Tell me, where then do I go instead?

Katakan padaku, ke mana aku harus pergi?

When atonement comes in distant waves

Saat penebusan datang dalam gelombang yang jauh

I might wait until the next to break

Aku mungkin menunggu sampai istirahat berikutnya

Choking through forgiveness at a sunfly prompter

Tersedak melalui pengampunan pada pembisik sunfly

Staring through the back of my face

Menatap melalui bagian belakang wajahku

Its a vulgar, hidden part of being

Ini adalah bagian dari keberadaan yang vulgar dan tersembunyi

Tethered to the world right now

Tertambat ke dunia sekarang

Spending all my dollars to remain a member

Menghabiskan semua dolarku untuk tetap menjadi anggota

Nothing in my eyes but a scowl

Tidak ada apa-apa di mataku selain cemberut

Do I bother to define myself beyond what they allow?

Apakah aku repot-repot mendefinisikan diri aku di luar apa yang mereka izinkan?

Have I already forgotten how?

Apakah aku sudah lupa caranya?