Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu Deathmask Divine - The Black Dahlia Murder

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang wanita bermain gitar. Foto: meesilpa sornsing/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita bermain gitar. Foto: meesilpa sornsing/Shutterstock.

Deathmask Divine merupakan lagu yang dipopulerkan oleh grup musik asal Amerika Serikat, The Black Dahlia Murder. Lagu berdurasi 3 menit 37 detik ini merupakan lagu keenam dalam album bertajuk “Nocturnal” yang dirilis pada 18 September 2007. Album ini memuat 10 trek lagu, di antaranya Everything Went Black, Warborn, dan Nocturnal. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “Deathmask Divine” yang dibawakan The Black Dahlia Murder.

 

Lirik dan Terjemahan Lagu Deathmask Divine – The Black Dahlia Murder

Removal of the eyes gives my heart a sudden chill

Penghapusan mata membuat hatiku tiba-tiba dingin

I preserve them in formaldehyde to gaze upon at will

Aku menyimpannya dalam formaldehida untuk dilihat sesuka hati

How their greenish flecks befell me that starlit winter’s night

Bagaimana bintik-bintik kehijauan mereka menimpa aku pada malam musim dingin yang diterangi bintang itu

I lost all that I ever was while locked within their sight

Aku kehilangan semua yang pernah aku miliki saat terkunci dalam pandangan mereka

Before you sits a broken man, your fragile pinkish heart in hand

Sebelum kamu duduk sebagai pria yang hancur, hati merah muda kamu yang rapuh di tangan

Peculiar how it can hurt so bad while love is only in the mind

Aneh bagaimana itu bisa sangat menyakitkan sementara cinta hanya ada di pikiran

I sew the gaping chest work, each thread is made with love

Aku menjahit pekerjaan dada yang menganga, setiap utas dibuat dengan cinta

The bosom where I would rest my face is covered in your blood

Dada tempat aku akan mengistirahatkan wajahku berlumuran darahmu

No, this is not the end

Tidak, ini bukan akhir

You’ll live on eternally

Kamu akan hidup selamanya

Oh Lord, it’s not the end

Ya Tuhan, ini bukan akhir

My secret you’ll forever be

Rahasiaku kamu selamanya

I interrupt this transformation, a familiar lust swelling in me

Aku mengganggu transformasi ini, nafsu yang akrab membengkak dalam diri aku

A long and soulful kiss, the shades are drawn, the living world can’t see

Ciuman yang panjang dan penuh perasaan, bayangan digambar, dunia yang hidup tidak bisa melihat

The coil of entrails, how curious the smell

Gulungan isi perut, alangkah penasaran baunya

So pungent to my eager nostrils, hands further compelled

Begitu tajam ke lubang hidungku yang bersemangat, tangan semakin terdorong

No. No, it’s not the end

Tidak. Tidak, ini bukan akhir

Forever you’ll be in my arms

Selamanya kamu akan berada di pelukanku

I could never let you go, my darling, cold and blue

Aku tidak akan pernah bisa membiarkanmu pergi, sayangku, dingin dan biru

I wonder, are you dreaming still, spread-eagled, blood removed

Aku bertanya-tanya, apakahmu masih bermimpi, terbentang, darah dihilangkan

I weave the sucking trocar beneath your bruising skin

Aku menenun trocar penghisap di bawah kulitmu yang memar

Tonight I’ll lay beside you, darling, in necromantic sin

Malam ini aku akan berbaring di sampingmu, sayang, dalam dosa necromantic

Pinned to the bed sheets like a prized butterfly (you’re mine)

Disematkan ke seprai seperti kupu-kupu yang berharga (Kau milikku)

I hear your voice so precious, echoing deeply inside

Aku mendengar suaramu begitu berharga, bergema jauh di dalam hati

I did my best to love you while you did live and breathe

Aku melakukan yang terbaik untuk mencintaimu saat kamu masih hidup dan bernafas

This tender taxidermy, trophy of the bereaved

Taksidermi yang lembut ini, piala orang yang berduka

I could never let you go, my darling, cold and blue

Aku tidak akan pernah bisa membiarkanmu pergi, sayangku, dingin dan biru

I wonder, are you dreaming still, spread-eagled, blood removed

Aku bertanya-tanya, apakahmu masih bermimpi, terbentang, darah dihilangkan

I weave the sucking trocar beneath your bruising skin

Aku menenun trocar penghisap di bawah kulitmu yang memar

Tonight I’ll lay beside you, darling, in necromantic sin

Malam ini aku akan berbaring di sampingmu, sayang, dalam dosa necromantic