Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu Final - Wilsen

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bernyanyi mengenakan masker medis. Foto: Mix and Match Studio/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bernyanyi mengenakan masker medis. Foto: Mix and Match Studio/Shutterstock.

Final merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Wilsen. Lagu berdurasi 4 menit 59 detik ini merupakan lagu kesepuluh dalam album bertajuk “I Go Missing in My Sleep” yang dirilis pada 28 April 2017. Album ini memuat 11 trek lagu, di antaranya Heavy Steps, Told You, dan Kitsilano. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “Final” yang dibawakan Wilsen.

 

Lirik dan Terjemahan Lagu Final – Wilsen

“This night is cold,” he said

As he turned from the dark and moved towards the amber light that glowed ahead

“I’ll come along,” she spoke

Her eyes remaining on the snow that collected softly in her palm

(“Malam ini dingin” ucapnya

Saat dia berbalik dari kegelapan dan bergerak menuju cahaya kuning yang bersinar di depan

“Aku akan ikut,” dia berbicara

Matanya tetap tertuju pada salju yang terkumpul dengan lembut di telapak tangannya)

 

And with that, she watched her imprint grow

As seven bright stars lined up all in a row

“See, they were once like you

They climbed the valley walls

(Dan dengan itu, dia melihat jejaknya tumbuh

Saat tujuh bintang terang berbaris berturut-turut

“Lihat, mereka pernah sepertimu

Mereka memanjat dinding lembah)

 

To hear the mountains’ tales of unheard truths

But no one could have known

That they’d be taken one by one

By force of greatness all

(Untuk mendengar kisah pegunungan tentang kebenaran yang belum pernah terdengar

Tapi tidak ada yang bisa tahu

Bahwa mereka akan diambil satu per satu

Dengan kekuatan kebesaran semua)

 

They’re just a moment too soon

Or a second too late

They were nothing more than a moment too soon”

“But what of fate?” she cried

(Mereka hanya sesaat terlalu cepat

Atau terlambat sedetik

Mereka tidak lebih dari sesaat terlalu cepat”

“Tapi bagaimana dengan takdir?” dia menangis)

 

“Surely there is one who decides

Which way the wind turns in the morn?”

“My darling girl,” he said

“There is no reason and no rhyme for those we love and those we bid goodbye

(“Pasti ada yang memutuskan

Ke arah mana angin berputar di pagi hari?”

“Gadisku sayang,” katanya

“Tidak ada alasan dan sajak untuk mereka yang kita cintai dan mereka yang kita ucapkan selamat tinggal)

 

There is no reason and no rhyme

There is no reason, no alibi

For those we love and those we must bid goodbye

There’s just a moment too soon

(Tidak ada alasan dan tidak ada sajak

Tidak ada alasan, tidak ada alibi

Untuk mereka yang kita cintai dan mereka yang harus kita ucapkan selamat tinggal

Hanya ada beberapa saat terlalu cepat)

 

Or just a second to late

The phantom of warmth

An outline of sorts

Those moments too soon

(Atau hanya sedetik terlambat

Hantu kehangatan

Garis besar macam

Saat-saat itu terlalu cepat)

 

Or a second too late

Oh, sing to me of loss

There’s just a moment too soon

Or just a second too late

(Atau terlambat sedetik

Oh, bernyanyilah untukku tentang kehilangan

Hanya ada beberapa saat terlalu cepat

Atau hanya sedetik terlambat)

 

The phantom of warmth

An outline of sorts

Those souls that I’ve loved

Those perfect ones

(Hantu kehangatan

Garis besar macam

Jiwa-jiwa yang aku cintai

Yang sempurna itu)

 

Oh, sing to me of loss”

I wouldn’t dare try

See, I know not of life and even less of loss

So I wouldn’t dare try

(Oh, nyanyikan untukku kehilangan”

Aku tidak akan berani mencoba

Lihat, aku tidak tahu tentang kehidupan dan bahkan lebih sedikit tentang kehilangan

Jadi aku tidak akan berani mencoba)