Lirik dan Terjemahan Lagu Final - Wilsen

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.
Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Final merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Wilsen. Lagu berdurasi 4 menit 59 detik ini merupakan lagu kesepuluh dalam album bertajuk “I Go Missing in My Sleep” yang dirilis pada 28 April 2017. Album ini memuat 11 trek lagu, di antaranya Heavy Steps, Told You, dan Kitsilano. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “Final” yang dibawakan Wilsen.
Lirik dan Terjemahan Lagu Final – Wilsen
“This night is cold,” he said
As he turned from the dark and moved towards the amber light that glowed ahead
“I’ll come along,” she spoke
Her eyes remaining on the snow that collected softly in her palm
(“Malam ini dingin” ucapnya
Saat dia berbalik dari kegelapan dan bergerak menuju cahaya kuning yang bersinar di depan
“Aku akan ikut,” dia berbicara
Matanya tetap tertuju pada salju yang terkumpul dengan lembut di telapak tangannya)
And with that, she watched her imprint grow
As seven bright stars lined up all in a row
“See, they were once like you
They climbed the valley walls
(Dan dengan itu, dia melihat jejaknya tumbuh
Saat tujuh bintang terang berbaris berturut-turut
“Lihat, mereka pernah sepertimu
Mereka memanjat dinding lembah)
To hear the mountains’ tales of unheard truths
But no one could have known
That they’d be taken one by one
By force of greatness all
(Untuk mendengar kisah pegunungan tentang kebenaran yang belum pernah terdengar
Tapi tidak ada yang bisa tahu
Bahwa mereka akan diambil satu per satu
Dengan kekuatan kebesaran semua)
They’re just a moment too soon
Or a second too late
They were nothing more than a moment too soon”
“But what of fate?” she cried
(Mereka hanya sesaat terlalu cepat
Atau terlambat sedetik
Mereka tidak lebih dari sesaat terlalu cepat”
“Tapi bagaimana dengan takdir?” dia menangis)
“Surely there is one who decides
Which way the wind turns in the morn?”
“My darling girl,” he said
“There is no reason and no rhyme for those we love and those we bid goodbye
(“Pasti ada yang memutuskan
Ke arah mana angin berputar di pagi hari?”
“Gadisku sayang,” katanya
“Tidak ada alasan dan sajak untuk mereka yang kita cintai dan mereka yang kita ucapkan selamat tinggal)
There is no reason and no rhyme
There is no reason, no alibi
For those we love and those we must bid goodbye
There’s just a moment too soon
(Tidak ada alasan dan tidak ada sajak
Tidak ada alasan, tidak ada alibi
Untuk mereka yang kita cintai dan mereka yang harus kita ucapkan selamat tinggal
Hanya ada beberapa saat terlalu cepat)
Or just a second to late
The phantom of warmth
An outline of sorts
Those moments too soon
(Atau hanya sedetik terlambat
Hantu kehangatan
Garis besar macam
Saat-saat itu terlalu cepat)
Or a second too late
Oh, sing to me of loss
There’s just a moment too soon
Or just a second too late
(Atau terlambat sedetik
Oh, bernyanyilah untukku tentang kehilangan
Hanya ada beberapa saat terlalu cepat
Atau hanya sedetik terlambat)
The phantom of warmth
An outline of sorts
Those souls that I’ve loved
Those perfect ones
(Hantu kehangatan
Garis besar macam
Jiwa-jiwa yang aku cintai
Yang sempurna itu)
Oh, sing to me of loss”
I wouldn’t dare try
See, I know not of life and even less of loss
So I wouldn’t dare try
(Oh, nyanyikan untukku kehilangan”
Aku tidak akan berani mencoba
Lihat, aku tidak tahu tentang kehidupan dan bahkan lebih sedikit tentang kehilangan
Jadi aku tidak akan berani mencoba)
