Lirik dan Terjemahan Lagu First Father - Silent Planet

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.
Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

First Father merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Silent Planet. Lagu berdurasi 4 menit 26 detik ini merupakan lagu ke-12 dalam album bertajuk “Everything Was Sound” yang dirilis pada 1 Juli 2016. Album ini memuat 13 trek lagu, di antaranya Dying in Circles, REDIVIDEЯ, dan Inhabit the Wound. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “First Father” yang dibawakan Silent Planet.
Lirik dan Terjemahan Lagu First Father – Silent Planet
Do you remember when I said
Apakah kamu ingat ketika aku berkata
*You’d never feel the sting of death? *
Kamu tidak akan pernah merasakan sengat kematian?
But now I’m waiting where you left
Tapi sekarang aku menunggu di mana kamu pergi
*Beside that snow-kissed clearing *
Di samping tempat terbuka bersalju itu
I pressed a seed through that frozen fleece
Aku menekan benih melalui bulu beku itu
The earth embraced you in the ground
Bumi memelukmu di dalam tanah
No invention of my mind
Tidak ada penemuan pikiranku
Will ever compose a melody so profound
Akan pernah membuat melodi yang begitu dalam
*I’m a priest afraid to pray *
Aku seorang imam yang takut untuk berdoa
Terrified at what the silence couldn’t say
Takut pada apa yang tidak bisa dikatakan oleh keheningan
Tongue tethered to the skeptic beating in my chest
Lidah tertambat pada pukulan skeptis di dadaku
We’re no longer quite ourselves
Kita tidak lagi menjadi diri kita sendiri
Nor reflections of someone else
Bukan cerminan orang lain
Lover, do you feel that tension
Kekasih, apakah kamu merasakan ketegangan itu?
As we drift between silence and eternity?
Saat kita melayang di antara keheningan dan keabadian?
*Death is the road, road to awe *
Kematian adalah jalan, jalan menuju kekaguman
I stood atop the world
Aku berdiri di atas dunia
Its asymmetry laid bare in front of me:
Asimetrinya terbentang di depan aku:
Thanatophobic societies taking life to mourn their tragedies
Masyarakat Thanatophobia mengambil nyawa untuk meratapi tragedi mereka
I feared this world would never change
Aku takut dunia ini tidak akan pernah berubah
But you steady your resolve anyway
Tapi kamu memantapkan tekadmu
*Let’s set the pen against the sword *
Mari kita letakkan pena melawan pedang
How orphans long for peace before they learn to love the war
Betapa anak yatim merindukan kedamaian sebelum mereka belajar mencintai perang
*Perhaps it’s our language *
Mungkin itu bahasa kita
Perhaps we are incomplete
Mungkin kita tidak lengkap
Words like shadows to what we see
Kata-kata seperti bayangan dengan apa yang kita lihat
*Faint flickerings across the cavern in our minds *
Kedipan samar melintasi gua dalam pikiran kita
*Candles in the dark *
Lilin dalam gelap
Defiant to the night
Menantang malam
*“You pulled me through time” *
“Kau menarikku melewati waktu”
*Through the edgeless night *
Melalui malam yang tak berujung
I learned to love as you learned to die
Aku belajar mencintai seperti kamu belajar mati
I’ll begin to feel again and finish the chapter you couldn’t write
Aku akan mulai merasakan lagi dan menyelesaikan bab yang tidak bisa kamu tulis
Candles in the dark
Lilin dalam gelap
Defiant to the night, defiant to the shadow
Menantang malam, menantang bayangan
You pull me through time, through the edgeless night
Kamu menarik aku melalui waktu, melalui malam tanpa tepi
*I learned to love as you learned to die *
Aku belajar mencintai seperti kamu belajar mati
