Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu First Father - Silent Planet

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang wanita mengajari putranya bermain piano. Foto: zhukovvvlad/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengajari putranya bermain piano. Foto: zhukovvvlad/Shutterstock.

First Father merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Silent Planet. Lagu berdurasi 4 menit 26 detik ini merupakan lagu ke-12 dalam album bertajuk “Everything Was Sound” yang dirilis pada 1 Juli 2016. Album ini memuat 13 trek lagu, di antaranya Dying in Circles, REDIVIDEЯ, dan Inhabit the Wound. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “First Father” yang dibawakan Silent Planet.

 

Lirik dan Terjemahan Lagu First Father – Silent Planet

Do you remember when I said

Apakah kamu ingat ketika aku berkata

*You’d never feel the sting of death? *

Kamu tidak akan pernah merasakan sengat kematian?

But now I’m waiting where you left

Tapi sekarang aku menunggu di mana kamu pergi

*Beside that snow-kissed clearing *

Di samping tempat terbuka bersalju itu

I pressed a seed through that frozen fleece

Aku menekan benih melalui bulu beku itu

The earth embraced you in the ground

Bumi memelukmu di dalam tanah

No invention of my mind

Tidak ada penemuan pikiranku

Will ever compose a melody so profound

Akan pernah membuat melodi yang begitu dalam

*I’m a priest afraid to pray *

Aku seorang imam yang takut untuk berdoa

Terrified at what the silence couldn’t say

Takut pada apa yang tidak bisa dikatakan oleh keheningan

Tongue tethered to the skeptic beating in my chest

Lidah tertambat pada pukulan skeptis di dadaku

We’re no longer quite ourselves

Kita tidak lagi menjadi diri kita sendiri

Nor reflections of someone else

Bukan cerminan orang lain

Lover, do you feel that tension

Kekasih, apakah kamu merasakan ketegangan itu?

As we drift between silence and eternity?

Saat kita melayang di antara keheningan dan keabadian?

*Death is the road, road to awe *

Kematian adalah jalan, jalan menuju kekaguman

I stood atop the world

Aku berdiri di atas dunia

Its asymmetry laid bare in front of me:

Asimetrinya terbentang di depan aku:

Thanatophobic societies taking life to mourn their tragedies

Masyarakat Thanatophobia mengambil nyawa untuk meratapi tragedi mereka

I feared this world would never change

Aku takut dunia ini tidak akan pernah berubah

But you steady your resolve anyway

Tapi kamu memantapkan tekadmu

*Let’s set the pen against the sword *

Mari kita letakkan pena melawan pedang

How orphans long for peace before they learn to love the war

Betapa anak yatim merindukan kedamaian sebelum mereka belajar mencintai perang

*Perhaps it’s our language *

Mungkin itu bahasa kita

Perhaps we are incomplete

Mungkin kita tidak lengkap

Words like shadows to what we see

Kata-kata seperti bayangan dengan apa yang kita lihat

*Faint flickerings across the cavern in our minds *

Kedipan samar melintasi gua dalam pikiran kita

*Candles in the dark *

Lilin dalam gelap

Defiant to the night

Menantang malam

*“You pulled me through time” *

“Kau menarikku melewati waktu”

*Through the edgeless night *

Melalui malam yang tak berujung

I learned to love as you learned to die

Aku belajar mencintai seperti kamu belajar mati

I’ll begin to feel again and finish the chapter you couldn’t write

Aku akan mulai merasakan lagi dan menyelesaikan bab yang tidak bisa kamu tulis

Candles in the dark

Lilin dalam gelap

Defiant to the night, defiant to the shadow

Menantang malam, menantang bayangan

You pull me through time, through the edgeless night

Kamu menarik aku melalui waktu, melalui malam tanpa tepi

*I learned to love as you learned to die *

Aku belajar mencintai seperti kamu belajar mati