Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu Now Against The Staircase, Part 2 - Last Lungs

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang wanita mengenakan Headphone dengan bermain gitar di studio. Foto: Thinnapob Proongsak/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengenakan Headphone dengan bermain gitar di studio. Foto: Thinnapob Proongsak/Shutterstock.

Now Against The Staircase, Part 2 merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Last Lungs. Lagu berdurasi 5 menit 37 detik ini merupakan lagu kesepuluh dalam album bertajuk “Look At That Old Grizzly Bear” yang dirilis pada 30 Juli 2010. Album ini memuat 10 trek lagu, di antaranya Inglend, Part 2, Wax & Wane, dan 33. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik lagu “Now Against The Staircase, Part 2” yang dibawakan Last Lungs.

 

Lirik Lagu Now Against The Staircase, Part 2 – Last Lungs

Deer-eyed we step out of the failing light

And heel by heel we take the hallway in our stride

And shed our clothes like torn-out paper lantern boats

And slink into the dark

Steadfast, the floorboards take our weight and moan

So we press back against a balustrade of bones

‘til there is no breath left in the turning night

To ask our names and sigh

Breath left in the turning night to ask our names

Our skin is razing

Breathless in the turning night to ask our names

On the railing

Breathless in the turning night to ask our names

Our skin is braille and what it says is nothing but a sigh

 

Terjemahan Lirik Lagu Now Against The Staircase, Part 2 dari Last Lungs

Dengan mata rusa, kita melangkah keluar dari cahaya yang redup

Dan tumit demi tumit kita mengambil lorong dengan langkah kita

Dan lepaskan pakaian kita seperti perahu lentera kertas yang robek

Dan menyelinap ke dalam kegelapan

Teguh, papan lantai menahan beban dan erangan kita

Jadi kita menekan kembali ke langkan tulang

Hingga tak ada napas tersisa di malam yang berputar

Untuk menanyakan nama kita dan menghela nafas

Napas tersisa di malam yang berputar untuk menanyakan nama kita

Kulit kita memerah

Terengah-engah di balik malam untuk menanyakan nama kita

Di pagar

Terengah-engah di balik malam untuk menanyakan nama kita

Kulit kita braille dan apa yang dikatakannya hanyalah desahan