Lirik dan Terjemahan Lagu Promises - Thrice

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.
Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Promises merupakan lagu yang dipopulerkan oleh grup musik asal Amerika Serikat, Thrice. Lagu berdurasi 4 menit 9 detik ini merupakan lagu kedua dalam album bertajuk “Major / Minor” yang dirilis pada 20 September 2011. Album ini memuat 13 trek lagu, di antaranya Yellow Belly, Blur, dan Listen Through Me. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “Promises” yang dibawakan Thrice.
Lirik dan Terjemahan Lagu Promises – Thrice
Oh, we promise pretty things
We pledge with diamond rings
We profess undying love
But does that word hold any weight
(Oh, kita menjanjikan hal-hal yang indah
Kita berjanji dengan cincin berlian
Kita mengaku cinta abadi
Tapi apakah kata itu memiliki bobot?)
When we reserve the right to break
Any vow that draws our blood?
Our word is so faint and feeble
Broken by the slightest breeze or breath
(Ketika kita berhak untuk istirahat
Setiap sumpah yang menarik darah kita?
Kata-kata kita sangat lemah dan lemah
Rusak oleh angin atau napas sedikit pun)
Our hearts are so deceitful
Sick and filled with lies that lead to death
We are cowards and thieves
Will we never turn to grieve the damage done?
(Hati kita sangat penipu
Sakit dan penuh dengan kebohongan yang berujung pada kematian
Kita pengecut dan pencuri
Apakah kita tidak akan pernah berbalik untuk berduka atas kerusakan yang terjadi?)
Never see, never quake with rage at what we have become?
What we have become
Yeah we get down on one knee
Oh we play at chivalry
(Tidak pernah melihat, tidak pernah gemetar karena marah pada apa yang kita telah menjadi?
Kita telah menjadi apa
Ya kita berlutut
Oh kita bermain di ksatria)
But we do not count the cost
We say, “On me you can depend,”
And “I will be there ‘till the end,”
But we will not bear the cross
(Tapi kita tidak menghitung biayanya
Kita berkata, “Pada aku kamu bisa bergantung,”
Dan “Aku akan berada di sana ‘sampai akhir,”
Tapi kita tidak akan memikul salib)
Our word is so faint and feeble
Broken by the slightest breeze or breath
Our hearts are so deceitful
Sick and filled with lies that lead to death
(Kata-kata kita sangat lemah dan lemah
Rusak oleh angin sepoi-sepoi atau nafas
Hati kita sangat penipu
Sakit dan penuh dengan kebohongan yang berujung pada kematian)
We are cowards and thieves
Will we never turn to grieve the damage done?
Never see, never quake with rage at what we have become?
What we have become
(Kita pengecut dan pencuri
Apakah kita tidak akan pernah berbalik untuk berduka atas kerusakan yang terjadi?
Tidak pernah melihat, tidak pernah gemetar karena marah pada apa yang kita telah menjadi?
Kita telah menjadi apa)
