Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu The Martyrs' Blood - Heaven Shall Burn

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gitaris dalam konser. Foto: Wirestock Creators/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Gitaris dalam konser. Foto: Wirestock Creators/Shutterstock.

The Martyrs’ Blood merupakan lagu yang dipopulerkan oleh grup musik asal Jerman, Heaven Shall Burn. Lagu berdurasi 4 menit 15 detik ini merupakan lagu kelima dalam album bertajuk “Whatever It May Take” yang dirilis pada tahun 2002. Album ini memuat 13 trek lagu, di antaranya The Fire, Implore The Darken Sky, dan Whatever It May Take. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik lagu “The Martyrs’ Blood” yang dibawakan Heaven Shall Burn.

 

Lirik Lagu The Martyrs’ Blood – Heaven Shall Burn

Last words of confidence still penetrate the cannonthunder

So many daring dreams will fall, the vision of a better world dies in the bombingrain

No time to say farewell, the world shall hear about their fight

Betrayed by spineless servants, conspiracies – so many heroes shot from behind

No thoughts of giving in, no stampede – no more negotiating

This desesperate fight will set a sing – they died with the gun in their hands

Time will avenge one day

The sky is colored red by the martyr’s blood, the same sky under which

The victors marching in again, bringing back the slavery

The oldest order, under rule again – it’s been too early, but they shall rise again

If it all came down to me, would I shed my blood for what I lived for?

Would I clench my fist until the last breath?

 

Terjemahan Lirik Lagu The Martyrs’ Blood dari Heaven Shall Burn

Kata-kata terakhir kepercayaan masih menembus guntur meriam

Begitu banyak mimpi yang berani akan jatuh, visi dunia yang lebih baik mati dalam hujan bom

Tidak ada waktu untuk mengucapkan selamat tinggal, dunia akan mendengar tentang pertarungan mereka

Dikhianati oleh pelayan tak berdaya, konspirasi-begitu banyak pahlawan ditembak dari belakang

Tidak ada pikiran untuk menyerah, tidak ada penyerbuan-tidak ada lagi negosiasi

Pertarungan putus asa ini akan membuat nyanyian-mereka mati dengan pistol di tangan mereka

Waktu akan membalas suatu hari nanti

Langit diwarnai merah oleh darah martir, langit yang sama di bawahnya

Para pemenang berbaris lagi, membawa kembali perbudakan

Ordo tertua, di bawah kekuasaan lagi-sudah terlalu dini, tetapi mereka akan bangkit kembali

Jika semuanya datang kepadaku, akankah aku menumpahkan darahku untuk apa yang aku jalani?

Akankah aku mengepalkan tinjuku sampai napas terakhir?