Konten dari Pengguna

Lirik dan Terjemahan Lagu Violin - Amos Lee

Musik dan Lirik

Musik dan Lirik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu terkini dan segudang serba-serbi perihal dunia musik.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musik dan Lirik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bernyanyi sambil mendengarkan musik. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bernyanyi sambil mendengarkan musik. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock.

Violin merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Amos Lee. Lagu berdurasi 6 menit 6 detik ini merupakan lagu kesembilan dalam album bertajuk “Amos Lee: Live from the Artists Den” yang dirilis pada 11 Januari 2013. Album ini memuat 16 trek lagu, di antaranya Cup of Sorrow, Supply and Demand, dan Skipping Stone. Penasaran seperti apa lagunya? Berikut lirik dan terjemahan lagu “Violin” yang dibawakan Amos Lee.

 

Lirik dan Terjemahan Lagu Violin – Amos Lee

Lately I, I’ve been heading for a breakdown

Akhir-akhir ini aku, aku sedang menuju kehancuran

Every time I leave my house

Setiap kaliku meninggalkan rumahku

It feels just like a shake down

Rasanya seperti terguncang

Between street sweepers and the pushers are the lawyers

Di antara penyapu jalan dan pengedar adalah para pengacara

Who may as well be butchers

Siapa yang mungkin juga menjadi tukang daging?

Between the small timing hustlers who all, seem to feed upon each other

Di antara para penipu waktu kecil yang semuanya, tampaknya saling memakan

Oh God why you been

Ya Tuhan kenapa kamu

Hanging out in that ol’ violin

Nongkrong di biola itu

While I’ve been waiting for you, to pull me through

Sementara aku sudah menunggumu, untuk menarikku keluar

Lately I, every time I try to lie down

Akhir-akhir ini aku, setiap kali aku mencoba untuk berbaring

Well my mind just gets away

Yah pikiranku pergi begitu saja

I can’t even close my eyes now

Aku bahkan tidak bisa memejamkan mata sekarang

Between the big fish ambition, and the lovers

Antara ambisi ikan besar, dan kekasih

Using words as ammunition

Menggunakan kata-kata sebagai amunisi

Between wood planks I’ve been pacing endless

Di antara papan kayu aku telah mondar-mandir tanpa henti

Impossible dream that I’ve been chasing

Mimpi mustahil yang selama ini ku kejar

Oh God why you been

Ya Tuhan kenapa kamu

Hanging out in that ol’ violin

Nongkrong di biola itu

While I’ve been waiting for you, to pull me through

Sementara aku sudah menunggumu, untuk menarikku keluar