Wajib Tau Gaya Mengikat Tali Sepatu Yang Cocok Biar Lo Keren

Tulisan dari Muslim DailyID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memakai sepatu saat olahraga emang penting banget, karena aktivitas lo bakal lebih nyaman dan aman dibandingkan cuma pakai sendal apalagi nggak pakai alas kaki sama sekali. Pilihan sepatu tanpa tali biasanya lebih disukai, tapi entah kenapa sepatu dengan tali lah yang menjadi pilihan utama dalam membeli sepatu olahraga. Cara alias gaya mengikat tali sepatu yang lo terapin bisa menjadi faktor peningkat kenyamanan atau malah merusak kenyamanan lo selama olahraga. Bayangin kalo lo mengikat tali sepatu dengan super kencang sampe kaki terasa sakit, nggak banget kan? Tadinya mau olahraga nyaman, malah sebentar doang udah nggak bisa lanjut. Tapi bisa jadi kalau lo ngikat sepatu dengan longgar, ada resiko kalau sepatu lo bisa lepas. Jadi yang mana nih gaya mengikat tali sepatu yang cocok buat olahraga? Well, tergantung lo mau olahraga apa.
Siapa sih yang nggak pernah lari atau jogging seumur hidupnya, paling nggak sekali aja? Maka dari itu MLD menempatkan gaya mengikat tali sepatu untuk para jogger/runner di posisi pertama. Yang paling utama, gunakan tali sepatu yang flat, lembut, dan hindari yang bersifat bulat, karena bisa menambah tekanan ke kaki lo seiring pergerakan. Lo bisa coba gaya Crisscross Lacing berikut ini. Gaya ini adalah yang paling populer sepanjang masa, hampir dimanapun lo bisa menemukan orang dengan gaya mengikat tali sepatu seperti ini. Gaya ini emang paling nyaman, karena tekanan pada sepatu dibagi menjadi dua sisi, di kanan dan kirinya jadi nggak ada pressure point di kaki lo. Selain itu, Straight Bar Lacing juga memiliki kenyamanan yang sama dengan gaya sebelumnya. Tergantung selera lo mau pilih yang mana.
Gaya Criss Cross Licing
Gaya Straight Bar Licing
Kalau bersepeda dan hiking adalah pilihan lo, maka gaya mengikat tali sepatu Hiking / Biking Lacing perlu dicoba. Dengan gaya tali sepatu seperti ini, nggak akan ada resiko untuk tersangkut ke rantai, engkol, atau bagian sepeda lain sehingga lebih aman. Kalau bersepeda, lo bisa buat simpul ujungnya di sebelah luar, sedangkan kalau hiking simpulnya bisa dibuat di bagian dalam kaki untuk meminimalisir kesangkut pohon, rerumputan, dan benda-benda lain. Yang perlu diingat, gaya mengikat tali sepatu ini hanya bisa dilakukan dengan sepatu yang memiliki lubang jumlahnya genap berpasangan. Misalnya 8 pasang yang berjumlah 16 lubang di satu sepatu. Kalau ganjil gimana? Lo bakal ribet simpulin ikatan akhirnya.
Seorang skaters apalagi khususnya skateboard patut mencoba gaya mengikat tali sepatu Army Lacing dan Train Track Lacing. Meskipun sebagai seorang skater lo lebih suka memakai gaya Straight Bar Lacing, tapi dua gaya tadi patut dicoba demi kepraktisan lo dalam bermain, dimana pada dua gaya ini tidak ada titik celah yang membuat sepatu semakin rapat tapi tetap nyaman. Kalau lo jenis skater lain seperti ice-skaters, hockey-skaters, atau roller-skaters, lo bisa coba gaya mengikat tali sepatu Knotted Lacing, Straight European Lacing, dan 2-1-3 Lacing. Ketiga gaya ini memang menambahkan pressure point di bagian tengah kaki lo, tapi justru itu yang diinginkan. Adanya pressure point kadang memberi rasa aman, selagi tekanannya nggak berlebihan sampai menyakiti kaki ya.
Buat si pemain bola, menendang bola dengan ujung kaki, biasanya pada bola dengan kualitas kurang bagus, bisa saja kulit bola tersebut terkelupas dan tersangkut di ujung sepatu. Tapi, worry no more kalau lo udah bisa praktekkin gaya mengikat tali sepatu yang dinamakan Footbag Lacing ini. Ujung sepatu yang tidak memiliki tali tengah selain memang kesannya lebih luas, juga memberikan kenyamanan ekstra saat digunakan.
