Konten dari Pengguna

Peran UGC dan Affiliate dalam Belanja Fashion

Aldo

Aldo

Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aldo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Miriam Alonso/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Miriam Alonso/Pexels

Perkembangan media sosial membuat cara orang berbelanja ikut berubah. Kalau dulu konsumen lebih banyak mencari informasi melalui iklan atau toko secara langsung, sekarang mereka bisa menemukan informasi produk hanya dengan melihat video di media sosial.

TikTok menjadi salah satu platform yang cukup menarik dalam perubahan tersebut. Selain digunakan untuk hiburan, TikTok juga berkembang menjadi tempat konsumen mencari informasi mengenai produk, melihat ulasan, hingga menemukan rekomendasi sebelum melakukan pembelian.

Salah satu hal yang membuat pengalaman belanja di TikTok berbeda adalah banyaknya konten yang dibuat oleh pengguna. Konten tersebut dikenal sebagai User-Generated Content atau UGC.

Ketika Konsumen Menjadi Sumber Informasi

Photo by Vitaly Gariev / Pexels.

UGC merupakan konten yang dibuat oleh pengguna mengenai suatu produk atau merek. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari video ulasan, unboxing, foto produk ketika digunakan, video mencoba pakaian, sampai komentar mengenai pengalaman setelah membeli.

Pada produk fashion, keberadaan konten seperti ini cukup membantu calon konsumen. Foto yang terdapat di toko online terkadang belum cukup untuk memberikan gambaran mengenai produk. Konsumen bisa saja ingin mengetahui bagaimana pakaian tersebut ketika digunakan, apakah ukurannya sesuai, bagaimana bahannya, atau apakah tampilannya sama seperti yang terlihat pada foto.

Melalui konten pengguna lain, calon pembeli bisa mendapatkan gambaran yang lebih dekat dengan pengalaman penggunaan produk sehari-hari.

Namun, banyaknya konten tidak selalu berarti informasinya berkualitas. Ada konten yang menjelaskan produk secara lengkap dan sesuai kebutuhan konsumen, tetapi ada juga konten yang hanya menampilkan produk tanpa memberikan informasi yang cukup.

Karena itu, kualitas informasi dalam UGC menjadi hal yang penting. Konsumen perlu melihat apakah informasi yang diberikan jelas, relevan, dan dapat membantu mereka memahami produk sebelum mengambil keputusan.

Affiliate Marketing Ikut Mengubah Cara Konsumen Berbelanja

Selain konten dari pengguna, konsumen juga semakin sering menemukan produk melalui affiliate marketing. Dalam sistem ini, seorang affiliate marketer mempromosikan produk melalui konten dan mendapatkan komisi ketika terjadi transaksi melalui promosi tersebut.

Di TikTok, aktivitas affiliate dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Ada yang membuat video review, mencoba produk secara langsung, membuat perbandingan, atau melakukan live shopping sambil memberikan rekomendasi kepada penonton.

Hal yang menarik adalah konsumen tidak hanya melihat produk yang ditawarkan, tetapi juga memperhatikan siapa yang menyampaikan informasi tersebut.

Misalnya, ketika seseorang memberikan rekomendasi produk fashion, konsumen dapat mempertimbangkan apakah orang tersebut memahami produk yang dibahas, apakah penjelasannya masuk akal, dan apakah rekomendasinya dapat dipercaya.

Dengan kata lain, kredibilitas affiliate marketer dapat menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika menerima informasi mengenai suatu produk.

Tidak Langsung Membeli, Konsumen Bisa Mempertimbangkan Kepercayaan

Melihat konten yang menarik atau mendapatkan rekomendasi dari affiliate belum tentu membuat konsumen langsung membeli sebuah produk.

Sebelum membeli, konsumen masih dapat mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya adalah kepercayaan terhadap merek.

Kepercayaan terhadap merek atau brand trust berkaitan dengan keyakinan konsumen bahwa suatu merek mampu memberikan produk atau pengalaman yang sesuai dengan harapan mereka.

Di media sosial, kepercayaan tersebut dapat terbentuk dari berbagai informasi yang diterima konsumen. Ulasan pengguna, pengalaman orang lain, konten affiliate, hingga cara sebuah merek berkomunikasi dengan konsumen dapat menjadi bagian dari pertimbangan tersebut.

Semakin banyak informasi yang dianggap dapat dipercaya, konsumen bisa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai produk dan merek yang ditawarkan.

Fashion Menjadi Salah Satu Kategori yang Menarik

Produk fashion memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan beberapa produk lainnya. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan fungsi, tetapi juga tampilan, model, warna, ukuran, bahan, dan bagaimana produk tersebut terlihat ketika digunakan.

Karena itu, konten berbentuk video dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya melihat foto produk.

Video seseorang yang menggunakan pakaian, misalnya, dapat memberikan gambaran mengenai ukuran dan tampilannya ketika dikenakan. Ditambah dengan ulasan dari pengguna atau rekomendasi affiliate marketer, calon konsumen dapat memperoleh lebih banyak informasi sebelum menentukan pilihan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pembelian di media sosial tidak hanya berkaitan dengan harga atau produk yang ditawarkan. Informasi dan pihak yang menyampaikan informasi juga dapat menjadi bagian dari proses pertimbangan konsumen.

Dari Konten Menuju Minat Beli

Pada akhirnya, keputusan untuk membeli tidak muncul begitu saja. Konsumen biasanya melewati beberapa pertimbangan sebelum memiliki minat terhadap suatu produk.

Konten yang informatif dapat membantu konsumen memahami produk. Rekomendasi dari affiliate marketer dapat memberikan tambahan informasi, sementara kepercayaan terhadap merek dapat menjadi pertimbangan sebelum konsumen benar-benar tertarik untuk membeli.

Karena itu, perkembangan TikTok Shop menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai perubahan cara berjualan, tetapi juga sebagai perubahan cara konsumen mengambil keputusan.

UGC membuat konsumen dapat melihat pengalaman pengguna lain, affiliate marketing menghadirkan rekomendasi dari pihak yang mempromosikan produk, sedangkan brand trust dapat menjadi bagian dari proses konsumen dalam membentuk minat beli.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pemasaran digital saat ini tidak hanya tentang bagaimana sebuah merek memperkenalkan produknya. Cara konsumen menerima informasi, menilai sumber informasi, dan membangun kepercayaan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka sebelum membeli sebuah produk.