Konten dari Pengguna

Literasi Gen Z: Scroll Terus, Baca Jarang

Mustika Sari

Mustika Sari

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ushuluddin

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mustika Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

mustikasari.myselfphoto.com
zoom-in-whitePerbesar
mustikasari.myselfphoto.com

Ditengah hiruk-piruknya dunia digital, Gen Z lebih sering menghabiskan waktu dengan layar ponsel daripada membuka buku. Scrolling adalah kegiatan yang sangat disukai oleh kalangan Gen z karena hal tersebut memberikan kebahagiaan yang instan. Kebiasaan scroll terus-menerus ini ternyata berdampak buruk dan menyebabkan kurangnya minat membaca para Gen z. Lantas bagaimana cara meningkatkan minat membaca Gen z saat ini? Yuk Simak bacaan ini sampai habis!

Fakta Data Membaca Pada Gen Z

Dizaman sekarang, Gen z memang sulit lepas dari layar ponsel. Kalau ditanya, berapa banyak buku yang dibaca? Dan seberapa sering membaca buku? Jawabannya ternyata tidak tidak sebanyak yang kita kira. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk scrolling feed Instagram, tiktok, dan meme. Data baru juga mengungkap bahwa minat membaca pada Gen z cenderung menurun.

Berdasarkan penelitian Aam (2024), menunjukkan bahwa Gen z yang malas membaca buku 48%, membaca buku hanya saat disuruh sejumlah 52%, dan Gen z yang mengantuk saat baca buku Pendidikan sebesar 61%.

Menurut utami dalam (Aam:2024), sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Program For International Assessment (PISA) tahun 2019 bahwa Indonesia menduduki ranking 62 dari 70 negara. Indonesia berada pada 10 negara terbawah yang memiliki Tingkat literasi rendah. Dari data ini, dapat kita ketahui bahwa minat membaca pada Gen z sangat memprihatinkan.

Penyebab dan Dampak Gen z Kurang Suka Baca

didunia digital, gen z tumbuh dilingkungan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. salah satu sebab kurangnya minat baca pada gen z karena mereka lebih menyukai informasi instan dan video konten pendek di medsos, segala hal mudah diakses lewat ponsel. sehingga, ponsel lebih menarik dikalangan gen z dibanding membaca buku yang menurutnya membosankan.

Dari kurangnya minat baca, nampaknya makin berkurang juga wawasan serta pikiran yang kritis pada gen z, yang akhirnya mereka kesulitan menggali informasi, berpikir logis, dan menyelesaikan masalah dengan baik. Hal ini bisa menghalangi gen z untuk berkembang menjadi pemimpin yang cerdas.

Solusi Meningkatkan Minat Baca

Untuk menghadapi tantangan gen z yang malas membaca, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Memanfaatkan ponsel menjadi sarana membaca seperti e-Book, mengunduh e-Library, dan artikel seperti ini.

2. Membangun kebiasaan membaca secara bertahap, misalnya menyempatkan 10-15 menit sehari untuk membaca.

3. Membuat kelompok diskusi dan baca buku, untuk menumbuhkan budaya dan motivasi membaca pada gen z.

Penutup: Membaca Membuka Wawasan

Meskipun hidup di dunia digital dengan segala kemudahan akses informasi, membaca tetap menjadi fondasi utama untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis. Membaca tidak hanya untuk membuka wawasan, tetapi juga bekal generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.

oleh karena itu, membangun kebiasaan membaca dan memanfaatkan ponsel secara positif adalah kunci agar gen z tidak hanya jadi konsumen informasi tapi juga inovator dan pemimpin yang cerdas.