Konten dari Pengguna

Budaya Daerah yang Semakin Memudar

Mutiara Syawaliyah

Mutiara Syawaliyah

Mahasiswa program studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mutiara Syawaliyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/images/id-4271941/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/images/id-4271941/

Kata budaya berasal dari dua bahasa yang berbeda, yaitu bahasa sansekerta dan bahasa latin. Menurut bahasa sansekerta, kata budaya berarti buddhayah yang artinya bentuk lain dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Sedangkan menurut bahasa latin, budaya budaya dikenal dengan kata culture yang yang memiliki arti yaitu mengolah atau mengerjakan. Budaya sangat berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan budaya terbanyak. Budaya yang berasal dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia.

Sejak zaman dahulu, bangsa Indonesia telah menerapkan budaya-budaya yang ada. Lantas mengapa sekarang justru memudar?

Selain dampak positif dari globalisasi yaitu memajukan teknologi, globalisasi juga membawa dampak negatif. Salah satunya adalah masuknya budaya luar yang memudarkan budaya daerah negara Indonesia. Para remaja kini lebih suka dengan budaya asing seperti lagu-lagu barat, film atau drama korea, dan sebagainya. Bahkan sekarang banyak remaja yang suka mencampur-campurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.

Lalu bagaimana cara agar tidak memudarnya budaya daerah?

Pencegahan memudarnya budaya daerah bisa dilakukan dengan cara melestarikannya. Minimal dengan menggunakan produk asli Indonesia, tidak melupakan bahasa daerah yang ada di Indonesia, mendengarkan lagu-lagu daerah, dan aktif mengikuti kegiatan kebudayaan.

Semoga budaya daerah di Indonesia lestari dan tidak menyentuh kata punah. Karena, budaya merupakan identitas.