Konten dari Pengguna

Tarawih Keliling di Tunisia! Upaya Mahasiswa Indonesia Menghidupkan Ramadhan

Muttaqin Hidayahtullah

Muttaqin Hidayahtullah

Mahasiswa University De Tunis El-Manar, jurusan psikologi, anak magang, menjadi Founder komunitas Kita Berteman ID, menjadi penulis di Kompasiana, Sakola Kembara, PCINU Tunisia, Tebuireng Online, Kompasiana, Opini.co, dan lainnya

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muttaqin Hidayahtullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret Mahasiswa Indonesia Ketika Melaksanakan Tarawih Keliling di Bulan Ramadhan, Sumber: PPI Tunisia
zoom-in-whitePerbesar
Potret Mahasiswa Indonesia Ketika Melaksanakan Tarawih Keliling di Bulan Ramadhan, Sumber: PPI Tunisia

Menghidupkan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini menjadi kesempatan istimewa bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta mempererat tali persaudaraan. Di berbagai negara, Ramadan tidak hanya dihidupkan dengan ibadah pribadi, tetapi juga dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang melibatkan komunitas. Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa Indonesia yang berada di Tunisia. Di tengah kehidupan perantauan, semangat untuk menghidupkan Ramadhan tetap terjaga melalui berbagai program keagamaan yang dirancang secara kolektif.

Salah satu kegiatan yang turut dilakukan untuk menyemarakkan Ramadhan tahun ini adalah Safari Ramadhan melalui program Tarawih Keliling (Tarling). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia melalui Panitia Ramadhan bersama dengan Komunitas Sarrajine, yang secara khusus merancang berbagai agenda keagamaan untuk menghidupkan bulan suci Ramadhan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan suasana kebersamaan di antara para mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang berada di Tunisia.

Safari Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini mengusung tema “Bulan Penuh Berkah”. Tema ini dipilih sebagai refleksi dari harapan agar setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadan dapat memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi seluruh peserta. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah sekaligus memperkuat hubungan antar sesama muslim. Oleh karena itu, melalui kegiatan Tarawih Keliling, para jamaah diajak untuk tidak hanya melaksanakan ibadah secara berjamaah, tetapi juga menjelajahi berbagai masjid di Tunisia yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat.

Program Tarawih Keliling ini disusun secara terencana oleh Panitia Ramadhan PPI Tunisia dan Komunitas Sarrajine, dengan memilih beberapa masjid yang tersebar di berbagai kawasan di Tunis, Tunisia. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar para peserta dapat merasakan pengalaman spiritual yang berbeda di setiap tempat sekaligus mengenal lebih dekat berbagai masjid yang menjadi bagian dari warisan peradaban Islam di Tunisia.

Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan dimulai pada Rabu, 25 Februari yang bertepatan dengan 5 Ramadhan. Kegiatan perdana ini dilaksanakan di Jami’ Jamiiz yang terletak di kawasan Bab Jariqha. Masjid ini menjadi titik awal berkumpulnya para jamaah untuk melaksanakan salat tarawih bersama. Suasana Ramadan terasa sangat khusyuk sejak awal kegiatan dimulai. Para mahasiswa Indonesia dan masyarakat yang hadir berkumpul dalam satu saf, melaksanakan ibadah dengan penuh kekhidmatan. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dalam salat tarawih menghadirkan ketenangan spiritual sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara jamaah yang hadir.

Kegiatan kemudian berlanjut pada Senin, 2 Maret yang bertepatan dengan 12 Ramadan di Jami’ Hawa. Pada pertemuan kedua ini, antusiasme peserta tetap terasa tinggi. Para mahasiswa Indonesia yang berasal dari berbagai kampus di Tunisia berkumpul kembali untuk melaksanakan ibadah tarawih bersama. Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang hangat. Banyak mahasiswa yang memanfaatkan momen ini untuk saling bertukar cerita, berbagi pengalaman kehidupan di perantauan, serta memperkuat jaringan persahabatan di antara sesama pelajar Indonesia.

Rangkaian Safari Ramadhan berikutnya dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret yang bertepatan dengan 16 Ramadhan di Jami’ Azzatunah Al Barrani yang berada di kawasan Bab Bahr. Masjid ini memiliki nilai sejarah yang penting karena lokasinya berada di sekitar kawasan kota tua Tunis yang dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Islam di Tunisia. Melaksanakan salat tarawih di masjid ini memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. Para jamaah tidak hanya merasakan kekhusyukan ibadah, tetapi juga merasakan kedekatan dengan jejak panjang peradaban Islam yang telah berkembang di wilayah tersebut selama berabad-abad.

Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan, kegiatan Tarawih Keliling dilanjutkan pada Selasa, 10 Maret yang bertepatan dengan 20 Ramadan di Jami’ Al Ahmadi yang terletak di kawasan Lamarsa. Pada tahap ini, suasana Ramadhan semakin terasa mendalam karena umat Islam mulai memasuki sepuluh malam terakhir yang penuh dengan keutamaan. Para jamaah yang hadir memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah, memperdalam doa, serta meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Kebersamaan dalam shalat tarawih di masjid ini menjadi salah satu momen yang sangat berkesan bagi para peserta.

Rangkaian Safari Ramadhan kemudian ditutup pada Senin, 16 Maret yang bertepatan dengan 26 Ramadhan di Jami’ Zaitunah. Masjid ini merupakan salah satu simbol penting peradaban Islam di Tunisia dan dikenal luas sebagai pusat keilmuan Islam yang berpengaruh dalam sejarah dunia Islam. Sejak berabad-abad yang lalu, Jami’ Zaitunah telah menjadi tempat lahirnya berbagai ulama besar serta pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Menutup kegiatan Tarawih Keliling di masjid bersejarah ini memberikan makna yang sangat mendalam bagi seluruh jamaah. Para peserta tidak hanya melaksanakan ibadah tarawih, tetapi juga merasakan atmosfer spiritual yang kuat dari tempat yang telah menjadi pusat penyebaran ilmu pengetahuan Islam selama berabad-abad.

“Kegiatan Safari Ramadhan ini, menjadi momentum bagi kita sebagai mahasiswa Indonesia untuk lebih mengenal Tunisia lebih dekat, kami dari Panitia Ramadhan sangat antusias untuk bisa menjadi penanggung jawab dari kegiatan ini, semoga dengan adanya kegiatan ini mahasiswa Indonesia di Tunisia dapat meningkatkan tingkatan keimanannya.” Ucap Desandri Al - Ghifari (Selaku Ketua Panitia Ramadhan)

Kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh PPI Tunisia melalui Panitia Ramadhan ini menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat solidaritas di tengah kehidupan perantauan. Melalui kegiatan Tarawih Keliling, para mahasiswa Indonesia dapat saling bertemu, mempererat silaturahmi, serta membangun kebersamaan yang positif. Hal ini menjadi sangat penting karena kehidupan di luar negeri seringkali menuntut mahasiswa untuk menghadapi berbagai tantangan akademik maupun sosial.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk syiar Islam yang sederhana namun penuh makna. Dengan menghadiri berbagai masjid di Tunisia, para mahasiswa Indonesia tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga turut merasakan kekayaan tradisi keislaman yang hidup di masyarakat setempat. Interaksi yang terjadi selama kegiatan ini juga membuka ruang dialog budaya yang memperkaya pengalaman para mahasiswa selama menempuh pendidikan di Tunisia.

“Kegiatan ini kami buat supaya menjadi sarana dalam meningkatkan semangat spiritualitas mahasiswa Indonesia di Tunisia pada saat Bulan Ramadhan ini, semoga kegiatan ini bisa membawa kebaikan bagi diri kita, dan menjadikan kita sebagai manusia yang terus berupaya dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.” Ucap Fairus Ramadhan (Selaku Wakil Ketua PPI Tunisia)

“Semoga kolaborasi yang kita adakan pada kegiatan kali ini, bisa membawa dampak baik dan peningkatan spiritualitas kita”. Harap Tryo Adam Hidayatulloh (Selaku Ketua Koordinator Komunitas Sarrajine)

Pada akhirnya, Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang diinisiasi oleh PPI Tunisia melalui Panitia Ramadhan bersama dengan Komunitas Sarajine ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dapat terus tumbuh meskipun berada jauh dari tanah air. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah secara individual, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antar sesama, memperluas jaringan silaturahmi, serta menumbuhkan rasa solidaritas di tengah komunitas diaspora Indonesia.

Dengan mengusung semangat “Bulan Penuh Berkah”, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman spiritual yang berkesan bagi seluruh peserta. Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan ibadah, Safari Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan, persaudaraan, dan semangat berbagi merupakan nilai-nilai penting yang harus terus dijaga dalam kehidupan umat Islam, baik di tanah air maupun di perantauan.