Konten dari Pengguna

Buku Agenda Ramadhan Sekolah Tetap Eksis di Era Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iwan Muzaki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah era digital 2026, buku Agenda Kegiatan Ramadan yang disediakan oleh pihak sekolah masih menjadi bagian penting dalam kegiatan kuliah subuh di Musholla Al-Ikhlas Tegong, Desa Taraban.

Setiap pagi selama Ramadan, anak-anak datang membawa buku agenda mereka. Di dalamnya tercatat rangkaian aktivitas ibadah, mulai dari salat berjamaah, tadarus, hingga kehadiran dalam kajian subuh. Buku tersebut bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk kontrol sekaligus pembiasaan.

Anak-anak Desa Taraban membawa buku Agenda Ramadan saat mengikuti kuliah subuh di Musholla Al-Ikhlas Tegong
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak Desa Taraban membawa buku Agenda Ramadan saat mengikuti kuliah subuh di Musholla Al-Ikhlas Tegong

Kegiatan kuliah subuh ini mempertemukan berbagai generasi dalam satu ruang. Anak-anak duduk berdampingan dengan para orang tua dan sesepuh desa, menyimak tausiyah yang disampaikan secara sederhana namun penuh makna.

Menariknya, tradisi pencatatan manual ini tetap bertahan di tengah dominasi sistem digital. Buku fisik justru menjadi medium pembelajaran yang konkret bagi anak-anak, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi melalui kebiasaan mencatat serta menghadiri kegiatan secara rutin.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral dan partisipasi sosial. Mereka ikut membersamai, mendokumentasikan, dan merasakan langsung bagaimana tradisi keagamaan desa tetap hidup melalui peran sekolah dan masyarakat.

Kuliah subuh di Musholla Al-Ikhlas Tegong bukan sekadar rutinitas Ramadan. Ia menjadi ruang pendidikan karakter, tempat nilai diwariskan, kebiasaan dibangun, dan generasi muda dilibatkan secara nyata dalam kehidupan keagamaan desa.