Konten dari Pengguna

Edukasi DAGUSIBU Hadir di Taraban, Mahasiswa KKN Ajak Warga Bijak Kelola Obat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iwan Muzaki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, melaksanakan edukasi kesehatan bertema DAGUSIBU pada Jumat (14/02/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan obat yang aman dan benar di lingkungan keluarga.

DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang, sebuah konsep edukasi yang digagas oleh Ikatan Apoteker Indonesia. Melalui program ini, masyarakat diajak memahami cara memperoleh obat dari tempat resmi, menggunakan sesuai aturan, menyimpan dengan benar, serta membuang obat rusak atau kedaluwarsa secara aman.

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban bersama tenaga medis saat edukasi DAGUSIBU di Desa Taraban.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Universitas Peradaban bersama tenaga medis saat edukasi DAGUSIBU di Desa Taraban.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, melibatkan warga setempat yang antusias mengikuti sesi diskusi. Mahasiswa KKN menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan, terutama ibu rumah tangga sebagai pengelola obat di lingkungan keluarga.

Untuk memperkuat validitas materi, edukasi ini turut didampingi oleh tenaga medis dari Puskesmas Paguyangan, dr. Siti Muslikha. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kesalahan penggunaan obat masih sering terjadi di masyarakat, mulai dari membeli obat sembarangan hingga menyimpan obat tidak sesuai aturan.

“Obat bukan barang biasa. Jika tidak digunakan dengan benar, bisa menimbulkan efek yang berbahaya. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola obat di rumah,” jelasnya.

Mahasiswa KKN juga memberikan contoh langsung mengenai cara membaca label obat, membedakan obat bebas dan obat keras, serta langkah aman membuang obat kedaluwarsa agar tidak mencemari lingkungan.

Selain meningkatkan literasi kesehatan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan risiko penyalahgunaan obat dan dampak kesehatan akibat penggunaan yang tidak tepat. Edukasi DAGUSIBU dinilai relevan, terutama di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan.

Melalui program ini, tim KKN Universitas Peradaban berharap masyarakat Desa Taraban semakin sadar pentingnya pengelolaan obat yang bertanggung jawab. Edukasi sederhana namun aplikatif seperti ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat di lingkungan keluarga.

Ke depan, mahasiswa KKN berkomitmen terus menghadirkan program edukatif yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di tingkat desa.