Konten dari Pengguna

Inovasi Pesantren: Mahasiswa KKN Dorong Santri Berpikir Kritis Lewat Kitab Salaf

NASIKIN

NASIKIN

Mahasiswa sekolah tinggi ilmu tarbiyah STIT buntet pesantren cirebon. Santri pesantren al-ma'mun buntet pesantren cirebon

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NASIKIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketua KKN Gemilang INOVASI PESANTREN STIT buntet pesantren cirebon
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KKN Gemilang INOVASI PESANTREN STIT buntet pesantren cirebon

Cirebon, 2025 – Dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dengan tema “Inovasi Pesantren”, Pondok Pesantren Imam Al-Muhajirin Gedongan Cirebon menggelar kegiatan pengembangan daya nalar berpikir kritis bagi para santri melalui kajian kitab-kitab salaf. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh santri dengan penuh antusiasme, menciptakan suasana belajar yang hidup dan inspiratif.

Mahasiswa KKN yang berkolaborasi dengan pengasuh pesantren berinisiatif mengangkat tema ini sebagai upaya memadukan tradisi intelektual Islam dengan kebutuhan pengembangan daya pikir kritis di era modern. Kitab-kitab klasik karya ulama salaf, seperti Al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan literatur fiqh maupun nahwu, menjadi rujukan utama dalam proses pengembangan tersebut.

Kyai Muhammad Arsyad Imam, pengasuh Pondok Pesantren Imam Al-Muhajirin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pesantren untuk mencetak santri yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga memiliki pola pikir kritis dan solutif. “Kitab salaf mengajarkan perbedaan pendapat, logika berfikir, dan keterampilan menganalisis. Melalui kegiatan ini, santri bisa belajar bagaimana tradisi lama dapat menjawab persoalan baru,” ujarnya.

Para santri terlihat sangat antusias mengikuti jalannya acara. Dengan metode bandongan dan sorogan, mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta memberikan pandangan kritis. Kehadiran mahasiswa KKN turut menambah warna baru dalam proses belajar, karena santri diajak untuk mengaitkan nilai-nilai kitab salaf dengan inovasi pendidikan pesantren masa kini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum berharga, baik bagi mahasiswa KKN yang mendapat pengalaman langsung dalam dunia pesantren, maupun bagi santri yang semakin terlatih untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu mengintegrasikan tradisi dan inovasi. Dengan demikian, Pondok Pesantren Imam Al-Muhajirin Gedongan Cirebon semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat pendidikan Islam yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Nasikin Kelompok KKN GEMILANG. Pondok Pesantren Imam Al-Muhajirin Gedongan Cirebon