Kurangi Pupuk Kimia, Peneliti Temukan Cara Alami Tingkatkan Produksi Jagung

Saya Rismayanti Mahasiswa akhir semester 7 progm studi Biologi dari Universitas Al Azhar Indonesia, Sebagai seorang mahasiswa yang aktif pada pengembangan diri, Saya tidak hanya fokus pada perkuliahan, akan tetapi menambah pengalaman dan relasi juga
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Rismayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jagung sebagai salah satu komoditas pangan utama di Indonesia masih kerap mengalami penurunan produktivitas akibat rendahnya ketersediaan nitrogen di tanah. Padahal, unsur ini sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, terutama pada fase pembentukan biji. Penggunaan pupuk kimia nitrogen secara berlebihan dalam jangka panjang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan menurunkan kualitas tanah. Karena itu, pendekatan berbasis mikroorganisme mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan bakteri Rhizobium japonicum yang dikenal mampu menambat nitrogen secara alami dan berpotensi meningkatkan produktivitas jagung melalui sistem tumpangsari dengan tanaman kedelai.
Berdasarkan kajian literatur, Rhizobium japonicum merupakan bakteri simbiotik yang berperan penting dalam menyediakan nitrogen bagi tanaman. Aktivitas bakteri ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti pH tanah, suhu, kelembaban, serta ketersediaan unsur hara tertentu. Dalam praktiknya, bakteri dimanfaatkan melalui pembuatan pupuk hayati dan penerapan sistem tumpangsari jagung dan kedelai untuk mendukung penyerapan nitrogen secara optimal.

Hasil kajian menunjukkan bahwa bakteri Rhizobium japonicum memiliki kemampuan tinggi dalam menambat nitrogen secara alami melalui pembentukan bintil akar pada tanaman kedelai. Proses ini memungkinkan nitrogen dari udara diubah menjadi nutrisi yang dapat dimanfaatkan tanaman. Nitrogen tersebut kemudian dilepaskan ke dalam tanah dan dimanfaatkan oleh tanaman jagung yang ditanam secara tumpangsari. Studi juga mencatat bahwa penggunaan inokulan Rhizobium japonicum dalam dosis tertentu mampu meningkatkan pembentukan bintil akar, sementara pola tumpangsari jagung kedelai dan penambahan pupuk organik terbukti mendukung pertumbuhan serta hasil panen jagung yang lebih baik.
Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan bakteri Rhizobium japonicum sebagai pupuk hayati berpotensi menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen sintetis. Selain meningkatkan ketersediaan nitrogen, pendekatan ini juga dinilai mampu memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan jagung secara berkelanjutan. Penerapan sistem tumpangsari turut memberikan nilai tambah melalui hasil panen kedelai serta pemanfaatan lahan yang lebih efisien.
Secara keseluruhan, pemanfaatan bakteri Rhizobium japonicum melalui sistem tumpangsari jagung dan kedelai dinilai mampu meningkatkan ketersediaan nitrogen di tanah sekaligus mendorong produktivitas jagung. Pendekatan ini dipandang sebagai langkah pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Referensi
Liem, J. L., Arianita, B. A., Sugiarti, S., & Handoko, Y. A. (2019). Optimalisasi bakteri Rhizobium japonicum sebagai penambat nitrogen dalam upaya peningkatan produksi jagung. Jurnal Galung Tropika, 8(1), 64.
