Dari Teori ke Praktik: Cerita Nyata PKL di Dunia Kuliner Profesional

Siswa SMK Katolik St. Familia Tomohon
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Myeizha Mambuay tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagaimana rasanya bekerja di dapur hotel yang sibuk dan penuh tekanan? Bagi saya, pengalaman tersebut bukan sekadar bayangan, melainkan kenyataan yang saya jalani saat mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bidang kuliner.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan pembelajaran bagi siswa vokasi yang dilaksanakan secara langsung di dunia kerja. Melalui PKL, siswa tidak hanya mempelajari teori di sekolah, tetapi juga menerapkan ilmu tersebut dalam praktik nyata. Selain itu, PKL melatih keterampilan, mengenal lingkungan kerja, serta membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Saya menjalani PKL di sebuah hotel di Manado, Sulawesi Utara, dan ditempatkan di bagian kitchen karena saya merupakan siswa jurusan kuliner.

Saat pertama kali memasuki kitchen, saya merasa gugup dan sedikit takut. Namun, di sisi lain, saya juga merasa senang karena dapat merasakan langsung suasana kerja di dapur profesional. Pada hari pertama, kondisi kitchen sangat sibuk sehingga setiap pekerjaan harus dilakukan dengan cepat dan rapi sesuai standar. Hal ini sangat berbeda dengan praktik di sekolah.
Tugas pertama saya adalah di egg station, yaitu tempat tamu memesan berbagai olahan telur, seperti omlet, sunny side up, dan scrambled egg. Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri karena saya harus melayani tamu secara langsung sekaligus bekerja cepat di tengah banyaknya pesanan.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja. Para chef dan senior banyak membimbing saya sehingga saya tidak lagi merasa bingung. Kepercayaan diri saya pun meningkat. Saya menjadi lebih teliti, cekatan, dan bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
Saya juga berkesempatan ditempatkan di bagian pastry. Di bagian ini, saya belajar membuat berbagai produk, seperti cake, roti, dan dessert. Tidak jarang, saya melakukan kesalahan, seperti kekeliruan dalam takaran bahan yang memengaruhi hasil adonan. Namun, dari kesalahan tersebut, saya belajar untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dengan bimbingan dari senior.
Selain itu, saat ada acara tertentu, bagian pastry turut menyiapkan berbagai dessert dengan tampilan menarik dan variasi yang beragam. Pengalaman ini memberikan wawasan baru bagi saya tentang pentingnya kreativitas dalam dunia kuliner.
Tidak hanya keterampilan teknis, saya juga belajar pentingnya komunikasi, kerja sama tim, dan inisiatif dalam membantu pekerjaan. Saya mulai menjalin relasi dengan banyak orang dan merasa lebih nyaman di lingkungan kerja.
Melalui pengalaman PKL ini, saya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan profesional. Pengalaman ini juga membuat saya semakin siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya serta memotivasi saya untuk terus meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri di masa depan.
