Pencarian populer
Entertainment

5 Perbedaan Cowok yang Enggak Serius Berkomitmen dan Menikahi Kamu

Dalam menjalin suatu hubungan diperlukan yang namanya komitmen. Setiap pasangan yang menjalin asmara, pastinya menginginkan suatu ikatan yang serius dan sakral pada akhirnya. Ya, kalian pasti tahu maksudnya, yaitu pernikahan.

Pada dasarnya, berpacaran adalah fase di mana setiap pasangan saling mengenal lebih dekat satu sama lain sebelum akhirnya melaju ke jenjang pernikahan. Namun, bagaimana jadinya jika komitmen yang diharap-harapkan oleh sang cewek dari cowok tidak kunjung datang?

Nah, kalau kamu melihat cowok kamu saat ini memiliki tanda-tanda ini pada sikapnya, mungkin kamu harus mulai mawas diri. Ada kemungkinan dia enggak serius menjalin komitmen atau hanya ingin sekedar berpacaran sama kamu.

Simak penelusuran Mysteries Mayhem terkait hal ini, ya!

1. Memaknai Kata Minta Maaf

Ilustrasi pasangan yang bertengkar (Foto: Thinkstock)

Sekedar pacar mungkin bisa dengan mudah bilang "maaf". Tapi, bisa jadi itu cuma supaya kamu enggak marah atau enggak ngambek ke dia lagi. Bahkan, kalimat “aku cinta kamu” juga bisa dia ucapkan setiap hari demi membuatmu tetap bersamanya.

Padahal, entah dia beneran paham makna dari kalimat itu atau enggak. Kalau dia terus mengulangi kesalahannya lagi, itu tandanya dia belum benar-benar mengerti apa arti dari sebuah komitmen dalam sebuah hubungan.

Nah, kalau pria yang bakal menikahimu juga bilang "maaf" ketika dia bikin salah. Tapi, hal itu dia lakukan karena dia sadar bahwa kesalahannya sudah menyakitimu. Dia juga bisa bilang “aku cinta kamu” setiap hari. Dia ingin kamu bisa merasakan cintanya buat kamu setiap hari.

2. Mandiri

Ilustrasi suami bersih-bersih rumah (Foto: Thinkstock)

Kebanyakan cowok itu manja. Bener enggak sih? Dia pengen punya pacar yang bisa berperan seperti ibunya sehinga dia merasa enggak perlu mengerjakan keperluan pribadinya sendiri.

Bersama cowok yang masih ingin sekadar pacaran, kamu akan sering mendapatinya punya banyak sikap ketergantungan. Tidak bisa mengatur prioritas, masih harus diingatkan untuk makan, sampai membutuhkan bantuanmu untuk jadi reminder saat ada tugas kuliah.

Sementara, pria tau gimana harus bersikap dan mengurus diri. Dia bisa masak, cuci baju, membersihkan kamar, dan lain-lain. Dia melakukan semuanya atas dasar rasa tangung jawab pada dirinya sendiri.

Dia berusaha mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan seorang pria dewasa. Pria yang siap menikahimu bisa mengurus dirinya sendiri. Bersama dia kamu justru merasa terlindungi.

3. Membawa Dirimu pada Keluarganya

Kamu dan pacarmu mungkin sama-sama selalu merasa enggak siap buat ketemu orang tua. Bukan cuma dia yang enggak siap. Kamu pun sadar bahwa pacarmu sepertinya belum pantas untuk dibawa ke rumah yang sering kali momen ini identik dengan hubungan yang lebih serius.

Padahal, seorang pria yang emang niat menikahimu justru akan menawarkan diri buat bertemu orang tuamu. Sekalipun kamu ragu, dia akan berusaha meyakinkanmu bahwa dirinya sudah pantas dan siap membuat orang tuamu terkesan.

Jadi, tanpa perlu diminta, dia yang serius padamu akan membawamu ke keluarganya.

4. Mempertahankan Hubungan Sekuat Tenaga

Ilustrasi pasangan millennials. (Foto: Thinkstock)

Jangan heran kalau pacarmu memilih pergi ketika hubungan kalian menemui masalah. Dia mungkin cuma enggak mau ribet dan terlibat makin jauh dalam masalah itu. Ingat, tujuan awalnya adalah untuk bersenang-senang. Jadi, enggak heran kalau dia dengan mudahnya angkat tangan dan pergi.

Lain halnya dengan seorang pria dewasa. Dia bisa bertahan karena sebuah komitmen. Baginya, menyelesaikan masalah berarti berjuang demi hubungan kalian dan itu suatu keharusan. Dia ingin bisa bersamamu sampai akhirnya kalian menikah.

5. Membicarakan Masa Depan

Ilustrasi keluarga inti. (Foto: Wikimedia Commons)

Sekedar pacar mungkin nggak suka atau bahkan marah ketika kamu bicara soal rencana menikah dan punya anak. Sementara, seorang pria dewasa akan memikirkan hal itu jauh sebelum kamu memikirkannya.

Pertemuannya denganmu tanpa sadar mengubah isi kepalanya. Dulu, dia mungkin masih malas memikiran soal pernikahan, tapi perlahan kamu membuatnya melunak.

Tapi bukan berarti dia bicara tentang pernikahan sebatas di mulut saja, lho. Dia tidak hanya memberimu angan-angan, melainkan benar-benar ingin membicarakan masa depan.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: