Limbah Sampah Tanaman Pewarna Batik Diubah Menjadi Pupuk Kompos Serbaguna

Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Diponegoro
Konten dari Pengguna
13 Agustus 2022 9:34
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari nabilaulfaconstantia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pupuk Kompos dari limbah pewarna batik (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pupuk Kompos dari limbah pewarna batik (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
ADVERTISEMENT
Semarang (12/8/2022) – Nabila Ulfa Constantia, Program Studi Agroekoteknologi, Tim II KKN Undip 2022 melakukan sosialisasi dan pembuatan kompos dari limbah ampas pewarna batik bersama ibu – ibu di RW 06 Kelurahan Gunungpati, Semarang. Sosialisasi ini dilakukan atas dasar kepedulian terhadap limbah pewarna batik alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Batik alam yang ada di Kampung Malon Rw 06 ini, menggunakan pewarna dari bahan alami yaitu tanaman yang tumbuh di sana. Tanaman – tanaman tersebut diantaranya tanaman tarum yang menghasilkan warna biru dan berbagai rumput – rumputan yang menghasilkan warna cokelat. Pewarna alami dibuat dengan cara merebus tanaman yang menghasilkan pewarna. Pembuatan pewarna ini akan menghasilkan air pewarna dan sisa rebusan tanaman kemudian dibuang. Limbah sisa rebusan tanaman ini memiliki peluang lebih lanjut menjadi produk yang bernilai lebih.
ADVERTISEMENT
Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Kompos Bersama Ibu - Ibu RW 6 Kelurahan Gunungpati  (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Kompos Bersama Ibu - Ibu RW 6 Kelurahan Gunungpati (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Dalam sosialisasi yang dilakukan pada Minggu 31 Juli 2022, ibu – ibu di Kampung Malon diajarkan untuk mengelola limbah sisa rebusan pewarna menjadi produk baru berupa pupuk kompos. Bahan - bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk kompos ini yaitu bahan utama berupa limbah sisa tanaman, abu gosok, EM4 dan air. Cara pembuatannya pun cukup mudah, yaitu memotong limbah sisa tanaman yang telah kering menjadi ukuran yang lebih kecil. Keringan ampas tanaman lalu diberi pupuk kandang dan dicampur merata. Setelah itu diberi EM4 yang telah larut dalam air dan diaduk hingga merata. Jika kompos terasa terlalu basah maka dapat diberi abu gosok hingga terasa cukup kelembabannya. Kompos lalu disimpan pada wadah tertutup dan dilakukan pembalikan setiap 4 hari sekali. Pupuk kompos ini dapat digunakan setelah 4 minggu.
Poster Tata Cara Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Batik  (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Poster Tata Cara Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Batik (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pupuk kompos ini merupakan pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisik tanah, sehingga dapat menambah kesuburan tanaman. Pengelolaan limbah ini selain untuk memanfaatkan limbah secara maksimal, juga bertujuan untuk memberi keterampilan dan peluang tambahan penghasilan kepada ibu – ibu di Kampung Malon.
ADVERTISEMENT
Penulis : Nabila Ulfa Constantia, Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2022, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020