Konten dari Pengguna

PANTAI JONGGRING SALOKO: Keindahan Selatan yang Terlupakan

Nabila Diyah

Nabila Diyah

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nabila Diyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah gak sih kepikiran buat liburan ke satu tempat yang gak cuma pantai, tapi juga bisa lihat gunung, tebing laut, gua, sampai spot-spot yang belum banyak dijamah orang? Nah, semua itu bisa kamu temuin di kawasan Jonggring Saloko! Tempat ini bukan cuma cantik, tapi juga punya sejarah dan cerita menarik di balik kealamiannya.

Sumber: [Farzan], dokumentasi pribadi. View laut dari atas Gunung Labuhan.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: [Farzan], dokumentasi pribadi. View laut dari atas Gunung Labuhan.

Tahu gak, Pantai Jonggring Saloko ini udah dibuka sejak tahun 1900 dan sempat jadi destinasi yang ramai banget loh pada masanya. Sayangnya, waktu pendudukan Jepang, aktivitas wisatanya sempat terhenti. Tapi sekarang, Jonggring Saloko dan tempat-tempat di sekitarnya udah terbuka lagi buat umum. semuanya masih alami banget, cocok buat yang suka tempat tenang, hidden gem, dan pemandangan luar biasa.

Pantai Jonggring Saloko

Pantai ini jadi titik awal buat eksplorasi lebih jauh. Pasir putihnya halus banget, dan di beberapa sisi ada batu karang yang bikin view-nya makin cakep. Ada juga batu karang besar di tengah laut yang jadi ciri khas pantai ini. Kalau lebih suka pemandangan laut yang luas tanpa batu-batuan, bisa jalan ke sisi baratnya. Di situ bakal terlihat hamparan pasir putih dan laut biru yang berkilau, bener-bener manjain mata.

Sumber: [Farzan], dokumentasi pribadi. View Pantai Jonggring Saloko.

Di sekeliling pantai banyak pohon kelapa juga. Waktu aku ke sana, bahkan sempat ditawarin buat diambilin kelapa muda langsung dari pohonnya sama salah satu warga. Laut di Jonggring Saloko ini juga kaya banget. Ada banyak ikan, kerang-kerangan, karang, dan terutama lobster! Apalagi pas musim lobster, sekali ngambil bisa dapat sampai 1 kuintal. Gila banget kan?

Gunung Labuhan

Masih di area Jonggring Saloko, kalian bisa tracking ke Gunung Labuhan. Jalurnya naik ke tebing, tinggal jalan ke arah barat dari tempat kendaraan berhenti. Gunung ini bukan cuma tempat biasa, tapi juga sakral karena setiap tanggal 15 Muharram, warga desa Mentaraman mengadakan tradisi Larung Sesaji di sana. Bahkan kalau hujan sekalipun, tradisi ini tetap diadakan karena udah jadi bagian dari budaya Desa Mentaraman.

Sumber: [Naufal], dokumentasi pribadi. Prosesi sebelum larung sesaji di Gunung Labuhan, Pantai Jonggring Saloko.
Sumber: [Farzan] dokumentasi pribadi. Salah satu prosesi larung sesaji.

Kalau tertarik buat lihat langsung upacaranya, boleh banget datang di tanggal itu. Tapi jangan lupa ya, izin dulu ke warga supaya tetap sopan dan ikut menjaga adat yang ada.

Pantai Menjangan

Kalau kamu pengen vibe private beach yang sepi, tenang, dan cantik, kamu bakal jatuh cinta sama Pantai Menjangan. Lokasinya agak lebih ke barat dari Jonggring Saloko, dan jalurnya masih baru dibuka, jadi suasananya bener-bener masih asri dan asli. Pasirnya yang lembut bukan pasir putih biasa, tapi pasir hitam yang ternyata pasir besi.

Sumber: [Rifkie], dokumentasi pribadi. Pantai Menjangan.

Pantai ini diapit batu karang gede di kanan kirinya, jadi kalau siang hari kamu bisa neduh di balik bayangan karang. Ombaknya gak terlalu besar, tapi tetap gak disaranin buat berenang, ya. Lebih enak buat santai, foto-foto, atau sekadar nikmatin sepinya alam tanpa gangguan. Waktu aku ke sana, literally gak ada orang lain. Serasa pantai milik sendiri!

Watu Ngebros

Nah, ini salah satu spot paling keren menurutku. Lokasinya bisa dicapai dari dua arah, dari Pantai Menjangan sama Jonggring Saloko. Tinggal pilih mau lewat mana, karena dua-duanya punya view bagus. Kalau dari Menjangan, kamu bakal dapat spot buat lihat laut terbuka yang luas banget. Kalau dari Jonggring Saloko, ada spot kece buat liat sunset dan ombak besar yang nabrak batu karang sampai kayak air terjun mini gitu.

Sumber: [Nabila], dokumentasi pribadi. View sunset di jalan Watu Ngebros.

Kenapa namanya Watu Ngebros? Karena ada batu karang yang punya celah kecil, dan kalau ombak gede datang, air bakal nyembur lewat celah itu sambil ngeluarin suara “brosss” keras. Terus di sebelah timur Watu Ngebros itu ada kayak semburan ombak, aku nyebutnya sih gitu ya. Pertama kali aku datang tuh waktu surut, jadi beneran gak ada air kecuali ada ombak gede sampai muncul semburan ombak. Nah, kedua kalinya aku ke sana tuh kebetulan lagi pasang, jadi semburan dari ombaknya yang ketemu sama air yang lagi pasang itu menciptakan pelangi kecil yang muncul dari percikan air laut. Estetik parah.

Sumber: [Rifkie], dokumentasi pribadi. Watu Ngebros.
Sumber: [Nabila], dokumentasi pribadi. Watu Ngebros saat senja.
Sumber: [Farzan], dokumentasi pribadi. View muntahan ombak saat pasang.

Bonus lainnya dari atas tebing Watu Ngebros, kamu juga bisa lihat penyu berenang di laut bawah sana. Emang kecil sih kelihatannya karena posisi kita tinggi banget, tapi tetep seru! Dari atas kelihatan sih, cuma emang susah difoto karena jaraknya jauh dan gak bawa lensa kamera yang bisa nge-zoom jauh.

Gua Sengik

Terakhir, buat kamu yang suka wisata petualangan dan eksplorasi alam, wajib mampir ke Gua Sengik. Lokasinya sekitar 1 km dari Jonggring Saloko, bisa ditempuh jalan kaki sambil nikmatin aliran sungai jernih di sepanjang jalan. Semakin dekat ke gua, suasananya makin adem dan cakep banget.

Begitu sampai di mulut gua tuh langsung disambut stalaktit-stalaktit yang menjuntai dari atas. Kata warga dan Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) yang sering jelajah ke dalam, gua ini panjangnya bisa sampai belasan, bahkan puluhan kilometer, dan belum ada yang benar-benar tembus sampai ke ujung. Di dalam gua juga ada air jernih, meskipun saat ke sana agak keruh karena air sedang pasang setelah turun hujan, jadi lumpur di bawahnya itu naik kalau kita turun ke aliran airnya.

Sumber: [Najwa], dokumentasi pribadi. Spot foto di Mulut Gua Sengik.

Menariknya lagi, kalau masuk lebih dalam, ada semacam air terjun mini di dalam gua. Tapi karena medannya cukup menantang, sangat disarankan untuk datang saat musim kemarau dan dipandu oleh warga lokal atau Pokmaswas yang sudah sering eksplor ke sana. Mereka tahu jalurnya dan bisa bantu kamu tetap aman.

Sumber: [Nabila], dokumentasi pribadi. Gua sengik.

Jadi, kalau lagi cari tempat buat liburan yang beda dari biasanya yang bukan cuma indah, tetapi juga penuh pengalaman dan petualangan. Jonggring Saloko dan sekitarnya wajib banget kamu masukin ke list liburan kamu. Dalam satu kawasan, kamu bisa menemukan pantai yang masih alami banget bahkan private, gunung buat tracking, tebing dengan view laut, dan gua panjang penuh misteri. Seru, tenang, estetik, dan dijamin gak ngebosenin.

Meskipun semua tempat di atas cantik-cantik dan penuh potensi, jangan lupa untuk jaga kebersihan ya, karena areanya masih sangat alami dan jarang dijamah, banyak jalur yang baru dibuka dan minim penunjuk arah. Jadi, agar lebih aman dan gak nyasar, lebih baik kamu eksplor bareng warga lokal atau tim Pokmaswas yang udah sering jelajah ke sana. Mereka semua ramah dan dengan senang hati menawarkan diri untuk menemani kamu kalau ingin menjelajahi kawasan Jonggring Saloko lebih jauh.

Sumber: dokumentasi pribadi. Foto bersama Pokmaswas di Pantai Menjangan.

Tenang aja, Pokmaswas dan warga lainnya ramah banget, bahkan kalau aku ingin ke sana lagi mereka menawarkan bantuan dan bersedia menemani untuk mengeksplor tempat lain. Sangat membantu dan membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.