Krisis Komunikasi dan Covid-19 yang tak kunjung usai

Mahasiswi Administrasi Publik Universitas Negeri Yogyakarta
Tulisan dari Nabila Meta Ferronisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pandemi yang tak kunjung usai ini sudah sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Setiap harinya kasus di Indonesia selalu bertambah, saat ini bahkan jumlah pasien positif Covid-19 sudah mencapai lebih dari 30.000. Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, tetapi masyarakat tidak mengikuti anjuran dari pemerintah, sehingga Covid-19 pun terus bertambah. Adanya hal ini maka pemerintah harus memperhatikan bagaimana respon krisis komunikasi. Komunikasi krisis sangat penting dalam hal ini untuk menangani covid-19 supaya dapat mengendalikan berbagai informasi yang tersebar di masyarakat. Pemerintah harus memikirkan komunikasi yang baik kepada masyarakat supaya mudah diterima dan dijalankan oleh masyarakat. Dalam memberikan informasi pun pemerintah tidak boleh gegabah supaya tidak menimbulkan salah paham.
Covid-19 ini adalah masalah yang serius karena mempengaruhi banyak aspek terutama dalam hal ekonomi, sehingga pemerintah pun harus memikirkan matang-matang dan terencana tentang bagaimana komunikasi Covid-19 ini. Dari awal, pemerintah menyepelekan adanya Covid-19 ini dan kurang tanggap terhadap Covid-19. Kurangnya informasi masyarakat tentang Covid-19 yang membat kepanikan sehingga memborong berbagai barang seperti masker dan handsanitizer, serta memborong banyak makanan. Awal adanya kasus positif di Indonesia pun seperti tidak transparan, itu membuat masyarakat kurang percaya terhadap pemerintah. Maka dari itu, pemerintah harus melakukan pendekatan komunikasi terhadap masyarakat supaya informasi yang benar tersampaikan dan dipatuhi oleh masyarakat.
Komunikasi pun harus tersusun dari Pemerintah pusat ke daerah supaya tidak terjadi perbedaan antara pusat dan daerah yang membuat bingung masyarakat. Sebaiknya pemerintah pusat dan daerah harus sering berkomunikasi lebih serius supaya tau apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saat ini, pemerintah daerah memang lebih tanggap dan lebih intens melakukan komunikasi terhadap masyarakat. Komunikasi dan kebijakan yang dibuat harus terencana. Jika pemerintah telah melakukan persiapan dengan terencana juga akan membuat kebijakan yang baik dan tidak membuat bingung masyarakat.
Pola komunikasi pemerintah kepada masyarakat harus diperbaiki supaya tidak terjadi salah paham komunikasi. Komunikasi harus dilakukan secara matang dan terencana. Pemerintah harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat di berbagai media seperti media cetak ataupun media online. Komunikasi juga bisa dilakukan dari rumah ke rumah jika masyarakat tidak mengakses media online ataupun media cetak. Krisis komunikasi harus disampaikan kepada target yang tepat, supaya semua masyarakat Indonesia mengetahui informasi tentang Covid-19 ini dan tidak ada lagi masyarakat yang kurang informasi.
Pemerintah juga tidak bisa sepenuhnya berjalan sendiri, kita sebagai Warga Negara Indonesia yang baik pun harus menaati perintah yang ada dari pemerintah dengan tidak keluar rumah, memakai masker, jaga jarak, dan tidak berkerumun.
