Konten dari Pengguna

Merayakan Hidup: Peran Penting Perawatan Paliatif di Hari Kesehatan Nasional

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nabila Meyra Anindita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Pribadi

Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap tanggal 12 November sebagai momentum refleksi atas pentingnya kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pada tahun ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI) mengusung tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama.” Tema ini merupakan ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk saling berkolaborasi dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan tanpa terkecuali. Melalui semangat gotong royong, kita diajak untuk bersama-sama membangun pola hidup sehat yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan penuh kepedulian. Dalam semangat kolaborasi ini, perawatan paliatif memainkan peran penting sebagai bagian integral dari upaya kita untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh. Bukan hanya berfokus pada kesembuhan, perawatan paliatif hadir untuk memberikan dukungan holistik kepada pasien dengan penyakit kronis atau terminal, membantu mereka untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik. Melalui pendekatan ini, kita diajak untuk memahami bahwa kesehatan yang optimal bukan hanya soal sembuh, tetapi juga soal merayakan hidup dengan cara yang bermartabat dan penuh empati.

Apa Itu Perawatan Paliatif dan Kaitannya dengan “Gerak Bersama, Sehat Bersama”?

Perawatan paliatif adalah pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, baik dewasa maupun anak-anak, serta keluarga mereka yang sedang menghadapi penyakit serius. Perawatan ini membantu mencegah dan mengurangi penderitaan dengan cara mendeteksi dan menangani rasa sakit serta masalah lain sejak dini, termasuk masalah fisik, emosi, sosial, dan spiritual. Dengan perawatan paliatif, pasien dan keluarga bisa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalani hidup dengan lebih nyaman dan tenang, meskipun harus menghadapi penyakit yang berat. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa pasien merasa dihargai, didukung, dan dipahami sepanjang perjalanan perawatan mereka (WHO, 2020).

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/2180/2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Paliatif, perawatan paliatif adalah layanan terpadu dan menyeluruh yang melibatkan pendekatan multidisiplin dan bekerja secara interdisipliner. Perawatan ini sangat penting karena jumlah pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa terus meningkat, baik pada kelompok dewasa, anak-anak, maupun lanjut usia. Penyakit yang memerlukan perawatan paliatif ini mencakup kanker, penyakit degeneratif, penyakit paru obstruktif kronis, cystic fibrosis, stroke, parkinson, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit genetik, serta penyakit infeksi seperti HIV/AIDS dan COVID-19.

Dalam tema Hari Kesehatan Nasional ke-60, perawatan paliatif mencerminkan semangat “Gerak Bersama” dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Menurut Firmana (2024), terdapat beberapa elemen dalam melakukan upaya bersama ini:

  1. Kolaborasi Tim: Perawatan paliatif melibatkan koordinasi dan kerja sama dari berbagai tenaga kesehatan yang memiliki peran khusus, seperti dokter, perawat, psikolog, ahli gizi, dan pekerja sosial. Dengan pendekatan multidisiplin, tim kesehatan berfokus pada perawatan holistik yang tidak hanya menangani gejala fisik tetapi juga mendukung kesehatan mental, emosional, sosial, dan spiritual pasien.

  2. Peran Keluarga: Dalam perawatan paliatif, keluarga memegang peran yang sangat penting sebagai pendamping utama pasien. Keluarga tidak hanya memberikan dukungan fisik dan emosional, tetapi juga menjadi sumber kekuatan bagi pasien dalam menghadapi penyakit serius. Keterlibatan aktif keluarga membantu menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang, yang mendukung perasaan nyaman dan tenang bagi pasien.

  3. Keterlibatan Komunitas: Masyarakat memiliki peran yang besar dalam mendukung pasien yang membutuhkan perawatan paliatif. Komunitas dapat berpartisipasi melalui kehadiran relawan, kelompok dukungan, dan fasilitas perawatan di rumah yang menyediakan bantuan praktis dan emosional. Partisipasi komunitas membantu meringankan beban keluarga dan memungkinkan pasien untuk tetap berada di lingkungan yang akrab, yang sering kali dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Sehat Bersama dalam Perawatan Paliatif

Konsep “Sehat Bersama” tidak hanya berlaku bagi mereka yang sehat, tetapi juga bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit serius. Perawatan paliatif memastikan bahwa:

  1. Kualitas Hidup Tetap Terjaga: Pasien dapat menjalani sisa hidupnya dengan nyaman dan bermakna.

  2. Kesejahteraan Keluarga Terjaga: Keluarga pasien juga mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menghadapi masa sulit.

  3. Masyarakat Lebih Inklusif: Perawatan paliatif membantu menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan inklusif, di mana semua orang merasa dihargai dan didukung.

Tantangan dan Harapan

Meskipun perawatan paliatif memiliki peran yang sangat penting, masih banyak tantangan yang harus diatasi, seperti kurangnya tenaga ahli, fasilitas, dan kesadaran masyarakat. Menurut Amroud (2020), terdapat beberapa tantangan perawatan paliatif tersebut diantaranya yaitu:

  1. Kurangnya Sumber Daya dan Pendanaan: Keterbatasan fasilitas, tenaga terlatih, serta struktur pendanaan menjadi hambatan besar dalam penyediaan perawatan paliatif yang optimal. Ini berdampak pada akses pasien terhadap layanan yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.

  2. Budaya dan Sosial: Sikap masyarakat dan budaya lokal sering kali memengaruhi penerimaan perawatan paliatif. Dalam beberapa kasus, keyakinan budaya atau religius menyebabkan keluarga enggan menerima layanan ini, yang bisa menghambat proses perawatan.

  3. Kurangnya Edukasi dan Pelatihan bagi Tenaga Kesehatan: Pelayanan paliatif membutuhkan keahlian khusus yang tidak selalu menjadi fokus dalam pendidikan kesehatan. Keterbatasan dalam pelatihan tenaga medis mengakibatkan kurangnya pemahaman tentang pentingnya pendekatan paliatif.

  4. Komunikasi dan Manajemen Krisis: Hambatan komunikasi, baik antara pasien dan tenaga kesehatan maupun dalam manajemen informasi, menjadi kendala. Pada tahap akhir kehidupan, pasien membutuhkan komunikasi yang sensitif dan manajemen yang terarah untuk menjaga privasi dan kenyamanan mereka.

  5. Kebijakan dan Dukungan Asuransi yang Terbatas: Di beberapa negara, layanan perawatan paliatif belum sepenuhnya didukung oleh kebijakan kesehatan atau asuransi, sehingga biaya menjadi beban tambahan bagi pasien dan keluarga.

Namun, dengan dukungan dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kita dapat mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa semua orang yang membutuhkan perawatan paliatif dapat mengaksesnya.

Mari Bergerak Bersama

Hari Kesehatan Nasional adalah momen yang tepat untuk kita semua berkomitmen untuk mendukung perawatan paliatif. Kontribusi yang dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menjadi Relawan

    Bergabunglah sebagai relawan di organisasi kesehatan atau rumah sakit yang menyediakan perawatan paliatif. Kehadiran dan kepedulian Anda akan memberikan kenyamanan bagi pasien dan dukungan moral bagi keluarga mereka.

  2. Memberikan Edukasi di Lingkungan Sekitar

    Ajak orang di sekitar untuk memahami pentingnya perawatan paliatif dan menghilangkan stigma terhadap pasien yang membutuhkan perawatan khusus. Dengan edukasi yang tepat, kita bisa membentuk masyarakat yang lebih peduli dan inklusif.

  3. Menyumbang untuk Program Perawatan Paliatif

    Sumbangan dana atau kebutuhan perawatan, seperti alat medis, dapat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang kurang mampu. Kontribusi finansial Anda bisa membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup mereka.

  4. Mengadvokasi Perawatan Paliatif di Media Sosial

    Gunakan platform media sosial Anda untuk menyuarakan pentingnya perawatan paliatif. Bagikan informasi, kisah inspiratif, atau artikel edukatif yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perawatan ini.

  5. Mendukung Keluarga Pasien Secara Langsung

    Berikan dukungan emosional kepada keluarga yang tengah merawat pasien paliatif. Kehadiran dan dukungan Anda akan memberikan rasa lega dan membantu mereka merasa tidak sendirian dalam proses ini.

Perawatan paliatif adalah bukti nyata bahwa kesehatan adalah tentang lebih dari sekadar tidak sakit. Ini adalah tentang kualitas hidup, tentang dukungan, dan tentang bergerak bersama untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Mari kita terus berkolaborasi untuk memastikan bahwa semua orang, termasuk mereka yang sedang menghadapi penyakit serius, dapat hidup dengan layak dan bermartabat.

Referensi:

Amroud, M., Raeissi, P., Hashemi, S. M., Reisi, N., & Ahmadi, S. A. (2021). Investigating the challenges and barriers of palliative care delivery in Iran and the World: A systematic review study. In Journal of Education and Health Promotion (Vol. 10, Issue 1). Wolters Kluwer Medknow Publications. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_1325_20

Firmana, D., & Anina, H. N. (2024). Perawatan paliatif pada pasien kanker. Penerbit Salemba.

WHO. (2020). Palliative care. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/palliative-care

WHO. (2023). Palliative care. https://www.who.int/europe/news-room/fact-sheets/item/palliative-care