Inovatif dan Kolaboratif, Kelompok KKN 002 UMY Adakan Edukasi Budidaya Maggot

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nabila Fauziyah Rahmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengedukasi budidaya maggot sebgai peluang bisnis dalam rumah tangga, mahasiswa UMY edukasi masyarakat akan manfaat maggot

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk memperoleh gelar sarjana. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merupakan salah satu universitas yang kerap melaksanakan kegiatan ini dengan rutin setiap tahunnya. Pada periode Januari-Februari 2024 ini, UMY menerjunkan sekitar 160 kelompok KKN di berbagai lokasi yang tersebar di beberapa titik di Yogyakarta dan sekitarnya. Pada program KKN ini, kelompok 002 mengusung tema Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dari Sumber Daya Alam yang dilaksanakan di Padukuhan Pete, Kalurahan Margodadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Masyarakat Padukuhan Pete rata-rata memiliki mata pencaharian di bidang pertanian, khususnya tanaman cabai dan umbi-umbian. Di samping itu, masyarakat Padukuhan Pete juga bermata pencaharian di bidang perikanan. Hal ini mampu dijadikan peluang oleh kelompok KKN 002 UMY untuk membuat program kerja berupa sosialisasi budidaya maggot. Berkolaborasi dengan kelompok KKN 014, program kerja ini dilaksanakan dengan tujuan agar warga Padukuhan Pete mendapatkan ilmu baru serta dapat memanfaatkan maggot sebagai inovasi pembangkit perekonomian. Tak hanya itu, maggot juga berguna sebagai pengurai sampah organik rumah tangga. Dengan demikian, penumpukan sampah organik dapat dikurangi. Maggot sendiri merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Larva lalat ini mengandung nutrien yang berkualitas tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti ayam dan ikan.
Metode yang digunakan untuk menjalankan program kerja ini adalah seminar, yaitu dengan mengadakan sosialisasi dan demonstrasi dengan ahlinya. Pada kegiatan KKN ini, kelompok 002 KKN UMY menggunakan pihak Inofarm sebagai pemateri yang menjelaskan detail terkait budidaya maggot. Warga diberikan edukasi terkait maggot mulai dari siklus hidup, tahap-tahap budidaya, hingga manfaat maggot bagi perekonomian masyarakat. Setelah itu, pihak Inofarm juga melakukan praktek langsung cara pembudidayaannya. Dengan demonstrasi tersebut, diharapkan masyarakat setempat mampu memiliki gambaran secara langsung mengenai cara pembudidayaan maggot tersebut dan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan.
Budidaya maggot dapat menjadi potensi yang besar bagi Padukuhan Pete. Pasalnya, budidaya ini tergolong mudah juga memberikan banyak manfaat. Di bidang pertanian, sisa-sisa kotoran maggot dapat dijadikan pupuk tanaman yang pastinya alami tanpa bahan kimia sedikitpun. Di bidang perikanan, maggot mampu menjadi bahan pakan alternatif bagi peternak ikan apabila harga pakan sedang meningkat. Masyarakat dapat memanfaatkan budidaya ini sebagai peluang untuk berbisnis agar dapat meningkatkan perekonomian serta memberikan ciri khas bagi Padukuhan Pete.
Selain mengadakan sosialisasi maggot, kelompok KKN 002 UMY juga melaksanakan beberapa program kerja tambahan yang memiliki manfaat luas. Diantaranya terdapat sosialisasi stunting dan senam bersama yang menargetkan ibu-ibu Padukuhan Pete, Program pendidikan dengan melakukan asistensi SD ,TK, dan TPA, serta program kerja bantu yang meliputi posyandu balita dan lansia, administrasi PKK, serta pembuatan bagan organisasi PKK.
Dengan adanya program kerja di atas, kelompok KKN 002 UMY berharap masyarakat Padukuhan Pete mampu merasakan dampak positifnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ilmu yang telah diterapkan juga dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan sebagai saalah satu upaya mendorong kemajuan perekonomian masyarakat setempat.
