Mengulik di Balik Layar Desainer Fashion

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Konten dari Pengguna
22 November 2022 19:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nabila Fauziyah Rahmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dahulu dianggap sebagai ikon kenakalan di sekolah, tak menghalangi Salvira dalam berkarya

Pameran Desain Fashion di Jakarta Modest Fashion Week, ICE BSD. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pameran Desain Fashion di Jakarta Modest Fashion Week, ICE BSD. Sumber: Dokumentasi pribadi
ADVERTISEMENT
Salvira Afifa atau yang akrab disapa Bunga merupakan mahasiswa jurusan desain mode di Politeknik Negeri Media Kreatif (POLIMED), Jakarta Selatan. Sejak menjadi mahasiswa di tahun 2020, Salvira telah memamerkan hasil karya desainnya di Jakarta Modest Fashion Week yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) pada bulan oktober.
Jakarta Modest Fashion Week yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE). Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Jakarta Modest Fashion Week yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE). Sumber: Dokumentasi pribadi
Salvira menceritakan bahwa untuk mencapai titik seperti saat ini membutuhkan perjuangan yang cukup keras. Ketika bersekolah, Salvira terkenal sebagai ikon kenakalan. Akan tetapi, hal tersebut tak menggoyahkan minatnya di dunia fashion. Meski nyaris di drop-out, Salvira pada akhirnya berusaha memperbaiki diri supaya dapat lulus dengan sebaik-baiknya hingga mendekati mimpinya sebagai desainer fashion selangkah demi selangkah.
ADVERTISEMENT
Salvira juga mengatakan bahwa motivasi untuk menjadi desainer selepas sekolah adalah karena minat dan potensinya terhadap bidang fashion yang begitu besar. Meski dahulu tidak disukai dan disepelekan oleh guru-guru selama bersekolah, Salvira dapat membuktikan bahwa ia mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.
Salvira sendiripun tak menyangka bahwa dirinya terpilih menjadi salah satu desainer yang hasil karyanya dipamerkan dalam event Jakarta Modest Fashion Week.
"Aku ikut ini mulanya karena program magang dan penelitian dari dosen tentang bagaimana cara memasukkan ilmu masker ke dalam fashion. Hasilnya kemudian didaftarkan ke pihak Jakarta Modest Fashion Week," jelas Salvira pada Selasa (22/11).
Proses menuju Jakarta Modest Fashion Week. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Proses menuju Jakarta Modest Fashion Week. Sumber: Dokumentasi pribadi
Dalam prosesnya, Salvira juga berkata bahwa terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi. Salvira mengatakan bahwa karena waktu yang terbatas, ia harus menguras potensinya dalam memproduksi desain fashion miliknya.
ADVERTISEMENT
"Paling sulit memang di bagian produksi karena harus pressing lempengan masker. Tapi, untuk event-nya sendiri lancar," papar Salvira.
Proses menyusun detail pada desain milik Salvira. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Proses menyusun detail pada desain milik Salvira. Sumber: Dokumentasi pribadi
Prestasi Salvira di bidang fashion ini merupakan bukti nyata bahwa kenakalannya semasa sekolah tidak berpengaruh besar terhadap impiannya. Salvira kini menekuni bidang fashion dan siap untuk menunjukkan hasil karya yang lebih spektakuler lagi di masa mendatang.