Konten dari Pengguna

Studi Kelayakan Bisnis: Kenapa Ide Usaha Saja Tidak Cukup?

Nabilah

Nabilah

Mahasiswa Program Studi Manajemen di Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nabilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi studi kelayakan bisnis (Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi studi kelayakan bisnis (Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/)

Pernah nggak sih, kamu punya teman atau kenalan yang tiba-tiba buka usaha karena melihat bisnis serupa lagi ramai-ramainya? Awalnya kelihatan menjanjikan banget, pembeli antre, dan keuntungannya kelihatan menggiurkan. Tapi, beberapa bulan kemudian usahanya malah sepi dan akhirnya gulung tikar.

​Kondisi kayak gitu sering banget kejadian di sekitar kita. Ternyata, punya ide bisnis yang menarik dan modal yang cukup saja belum tentu bikin usaha kita bakal aman di jalan. Ada banyak banget hal yang harus dipikirkan matang-matang sebelum kita nekat buka usaha, mulai dari siapa pembelinya, seberapa ketat saingannya, sampai hitung-hitungan biayanya.

​Makanya, di sinilah pentingnya kita membahas soal studi kelayakan bisnis. Sederhananya, ini adalah cara kita ngecek dulu apakah sebuah rencana usaha beneran layak dijalankan atau cuma angan-angan belaka, supaya modal kita nggak terbuang sia-sia di tengah jalan.

​Gimana Sih Caranya Kita Mulai Mengecek?

​Kalau mau dibayangin, proses bikin studi kelayakan bisnis itu sebenarnya mengalir dari hal-hal yang dekat banget sama keseharian kita:

​Pertama, semuanya pasti berawal dari ide usaha. Tapi ingat, produk yang menurut kita keren banget belum tentu dibutuhkan sama orang lain. Jadi, kita harus tahu dulu siapa sih target pasar yang mau disasar.

​Kedua, jangan cuma pakai feeling, kita butuh riset kecil-kecilan. Coba deh cari tahu kondisi pasar, siapa kompetitor kita di sekitar situ, di mana lokasi yang pas, sampai perkiraan biayanya.

​Ketiga, data yang terkumpul itu dianalisis. Dari situ kita bisa lihat, masuk akal nggak sih kalau usaha ini diterusin? Apa aja nih risiko terburuk yang bisa kejadian? Kalau kita punya beberapa pilihan ide usaha, kita bisa bandingkan mana yang paling berpotensi.

​Setelah itu, barulah kita susun rencana operasionalnya, mulai dari alat, tenaga kerja, sampai cara pengelolaannya. Kalau semua persiapan itu sudah beres, barulah deh usaha tersebut benar-benar dijalankan. Tapi ingat, kondisi di lapangan itu dinamis banget, jadi kita harus tetap siap adaptasi.

​Kenapa Hal Ini Penting Banget Buat Kita?

​Menurut saya, studi kelayakan bisnis ini penting banget sebagai rem supaya kita nggak gegabah ambil keputusan. Masa depan kan nggak ada yang tahu, selera konsumen bisa berubah, pesaing bisa makin banyak, atau harga bahan baku tiba-tiba naik kapan saja.

​Dengan melakukan riset kecil-kecilan ini, paling tidak kita sudah meminimalisasi risiko boncos di tengah jalan. Aspek-aspek penting seperti pasar, teknik produksi, manajemen SDM, keuangan, sampai hukum dan lingkungan juga jadi kebayang bentukannya sejak awal.

​Pada akhirnya, memulai bisnis itu bukan cuma soal modal nekat dan berani mencoba. Kita juga harus tahu apakah ide itu punya peluang nyata di pasaran. Biar ide bagus kita nggak cuma berhenti jadi wacana di kepala, tapi benar-benar matang persiapannya.