Konten dari Pengguna

BBK 7 UNAIR Hadirkan Briket Sekam Padi Ramah Lingkungan Dukung SDGs 8,12, dan 13

Nabilah Melfa

Nabilah Melfa

mahasiswi di universitas airlangga

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nabilah Melfa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Pembuatan Briket Sekam Padi. Sumber: Dokumentasi Pribadi 2026
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Pembuatan Briket Sekam Padi. Sumber: Dokumentasi Pribadi 2026

Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Decent Work and Economic Growth, poin 12 tentang Responsible Consumption and Production, serta poin 13 tentang Climate Action, mahasiswa Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja bertajuk Briket Si-Ampu (Sekam Padi Inovasi Nampu). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Januari 2026, di Dusun Sambiroto, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan BBK periode 6 Januari–2 Februari 2026, dengan melibatkan 25 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa, karang taruna, dan masyarakat setempat.

Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di Desa Nampu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung hanya dibuang atau dibakar. Padahal, Desa Nampu merupakan wilayah dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi sehingga menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa BBK 7 untuk menghadirkan inovasi pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku energi alternatif yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai dampak limbah pertanian terhadap lingkungan, potensi ekonomi dari pengolahan sekam padi, serta kontribusinya terhadap pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Gambar 2. Sosialisasi Pemanfaatan Sekam Padi. Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2026

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan demonstrasi pembuatan briket sekam padi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pembakaran sekam, penghalusan bahan, pencampuran perekat, hingga proses pencetakan briket. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap tahap kegiatan serta sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif.

Gambar 3. Demonstrasi Pembuatan Briket Sekam Padi. Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2026

Hasil dari kegiatan ini berupa briket sekam padi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Selain menghasilkan produk, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, serta kontribusi nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari pihak desa dan masyarakat setempat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui program Briket Si-Ampu, mahasiswa BBK 7 berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian energi desa, membuka peluang ekonomi produktif, serta mengurangi pencemaran lingkungan, sejalan dengan upaya mendukung pencapaian SDGs poin 8, 12, dan 13.