Ini Risiko Jika Salah Pilih Jenis Diet, Apa Saja?

Lahir di Temanggung, Jawa Tengah. Mahasiswi aktif Program Studi Pendidikan Biologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Heide Nabila Hambali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diet merupakan suatu upaya untuk menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi yang harus dicukupi setiap harinya. Selain itu, diet juga dapat berfungsi untuk menjaga berat badan agar tetap terkontrol.
Pada saat berat badan seseorang sudah melebihi dari batas idealnya, anda mungkin akan menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan. Kasus ini kebanyakan dialami dan dilakukan oleh kaum wanita, terutama anak remaja yang merasa insecure dengan badannya yang gemuk. Mereka akan berfokus untuk menjalankan program diet yang cepat bukan tepat untuk menurunkan berat badan. Mereka lebih memilih untuk memiliki penampilan tubuh yang ideal dibandingkan dengan keamanan jangka panjang untuk kesehatan tubuh.
Setiap jenis diet yang dilakukan oleh seseorang tentunya memiliki pola dan risiko yang berbeda. Beberapa jenis diet memang bisa membuat anda memiliki berat badan yang ideal dengan cepat. Namun, banyak jenis diet yang sulit untuk diikuti dan dapat dikatakan sebagai diet yang sangat ekstrem serta berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Ketika anda ingin menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan, anda harus mempertimbangkan dengan baik dan benar risikonya. Beberapa diet yang dapat membahayakan kesehatan tubuh, antara lain:
1. Diet Lemonade
Diet lemonade merupakan diet yang dilakukan dengan cara mengonsumsi jus modifikasi yang terbuat dari air lemon, sirup maple, dan cabai rawit. Diet ini biasanya dilakukan selama 10 hari tanpa adanya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sumber kalori dan nutrisi yang didapatkan tubuh hanya berasal dari jus modifikasi tersebut. Metode dari diet ini adalah membunuh racun dan menghilangkan lemak yang ada dalam tubuh.
Dengan hanya meminum jus lemon tidak memberikan protein, lemak, serat, vitamin, atau mineral yang cukup untuk tubuh. Membatasi asupan kalori dapat membebani tubuh karena akan memberikan efek samping bagi tubuh beberapa orang, seperti kelelahan, pusing, mual, bau mulut, dan kram otot. Selain itu, beberapa orang juga mengalami penyakit batu empedu dikarenakan penurunan berat badan yang sangat cepat dan ekstrem.
2. Diet Keto
Diet keto merupakan diet dengan asupan makanan rendah karbohidrat, sedang protein, dan tinggi lemak yang nantinya akan menciptakan kondisi ketosis. Diet keto merupakan jenis diet yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dikarenakan dapat memicu ketoasidosis yang menimbulkan efek samping bagi tubuh karena terlalu banyak kadar keton dalam tubuh, seperti kesulitan bernapas, kehilangan kepadatan tulang, dan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Orang yang melakukan diet ini, biasanya mengalami flu keto di awal periode. Gejala yang timbul adalah mual, muntah, merasa lelah, sakit kepala, sembelit, dan mengalami iritasi. Hal ini disebabkan karena kurangnya konsumsi karbohidrat yang menyebabkan tubuh membakar cadangan lemak sebagai sumber energi. Selain itu, orang yang membatasi konsumsi karbohidrat sebagai sumber energi dapat mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.
3. Diet Bebas Gluten
Diet ini merupakan diet yang biasanya dilakukan untuk orang yang mempunyai riwayat penyakit celiac, yaitu intoleransi terhadap gluten yang sangat parah. Gluten merupakan protein yang biasanya dapat ditemukan pada gandum, seperti pasta, roti, dan sereal. Beberapa penelitian menyatakan bahwa gluten memiliki manfaat bagi kesehatan dan tidak berbahaya bagi tubuh. Pada orang yang mempunyai riwayat penyakit celiac, protein ini tidak dapat dicerna dengan baik sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala.
Bagi orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit celiac dan melakukan diet bebas gluten dapat membahayakan kesehatan tubuh dan akan memberikan efek samping bagi tubuh. Diet bebas gluten akan membuat orang kekurangan serat, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh.
Selain itu, orang yang mengonsumsi gluten dalam jumlah rendah berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gluten dalam jumlah tinggi. Diet bebas gluten akan membuat asupan kalori per harinya berkurang. Tentunya, kondisi ini akan membebani tubuh dalam menyediakan sumber energi untuk melakukan aktivitas setiap harinya.
4. Diet Kentang
Pada dasarnya, diet kentang merupakan diet yang mengatur pola makan di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan apa pun selain kentang. Biasanya diet ini dapat berlangsung selama tiga sampai lima hari dan mampu menurunkan berat badan secara cepat. Kentang memang mengandung banyak nutrisi dan dapat membuat seseorang merasakan kenyang lebih lama. Akan tetapi, kentang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Hal ini yang membuat kentang dianggap sebagai makanan yang buruk.
Karbohidrat dalam kentang dipecah menjadi gula dengan cepat dikarenakan kentang memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga akan membuat gula darah menjadi meningkat. Hal ini akan membawa dampak buruk bagi orang yang mempunyai riwayat penyakit diabetes. Selain itu, juga dapat mengakibatkan obesitas karena adanya penimbunan lemak dalam tubuh.
Sebuah penelitian dalam Journal of America Collage of Nutrition membandingkan penurunan berat badan pada orang yang melakukan diet dengan mengonsumsi kentang dan tanpa mengonsumsi kentang. Meskipun kentang dapat membantu menurunkan berat badan, diet ini akan membuat Anda kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat.
Berbagai jenis diet memiliki prinsip yang sama, yaitu melakukan pembatasan dalam mengonsumsi makanan per harinya. Beberapa jenis diet yang telah disebutkan tadi, memang terbukti ampuh dan cepat untuk menurunkan berat badan. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa diet tersebut lebih efektif untuk menurunkan berat badan.
Penurunan berat badan yang diklaim begitu ampuh oleh beberapa orang pengikut diet tersebut, bukanlah suatu manfaat yang dapat ditonjolkan. Namun sebaliknya, memiliki tubuh yang sehat dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang merupakan suatu hal yang perlu ditekankan dikarenakan menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat. Selain itu, diet untuk menurunkan berat badan juga harus diiringi dengan olahraga di setiap harinya.
Jadi, jika anda ingin melakukan program diet, anda harus menganalisis terlebih dahulu dampak apa yang akan diterima oleh tubuh anda.
