Hampir Dipastikan Praveen/Melati Dicoret dari Pelatnas Cipayung

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Tulisan dari Wanda Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awal Januari sudah terdengar isu pencoretan ganda campuran terbaik nomor 5 dunia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti dari Pelatnas PBSI. Hal ini ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Twitter. Kabar ini sangat mengejutkan bagi penggemar bulutangkis di Indonesia. Meskipun SK belum turun tetapi sudah hampir dipastikan Praveen/Melati tak dipanggil lagi ke Pelatnas.
Kabar dicoretnya Praveen/Melati semakin kuat dengan terbitnya surat pemanggilan untuk menjalani tes kesehatan di Pelatnas PBSI. Daftar pemain dalam surat tersebut tidak ada nama 2 pasangan ganda campuran terbaik di tanah air, yaitu Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria. Pelaksanaan tes kesehatan untuk pemain Pelatnas akan diselenggarakan dua hari pada 19 dan 20 Januari 2022 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Menyusul unggahan Melati di Instagram pribadinya semakin membuat penggemar bulutangkis Indonesia membenarkan kabar bahwa Praveen/Melati telah dicoret dari Pelatnas PBSI. Melati mengunggah kebersamaannya dengan mantan pelatihnya Richard Mainaky, Nova Widianto, dan fotonya yang dipajang di lapangan pelatnas saat dirinya dan Praveen berhasil menjadi juara di All England 2020. Ditambah dengan bio di Instagramnya Melati awalnya menulis “National Team Player” menjadi “Badminton Player”.
Tanggapan beragam dari badminton lovers sebutan untuk penggemar bulutangkis Indonesia mengenai pencoretan Praveen/Melati dari Pelatnas. Banyak yang menyayangkan keputusan berani PBSI untuk mencoret pasangan ganda campuran unggulan pertama dan kedua Indonesia. Merosotnya prestasi dari Praveen/Melati di tahun 2021 sebagai buntut dicoretnya mereka dari timnas. Pada tahun 2021 Praveen/Melati tidak meraih gelar juara apa pun dari banyaknya turnamen yang mereka ikuti. Prestasi terbaiknya di tahun 2021 menjadi runner-up di Thailand Open dan Hylo Open.
Terdapat pro kontra dengan keputusan yang telah PBSI lakukan. Banyak yang mendoakan mereka untuk lebih bersinar setelah tidak di Pelatnas. Tidak sedikit juga yang sedih mengenai pencoretan mereka. Ada yang beranggapan bahwa bagaimana nanti nasib junior di ganda campuran setelah 2 pasangan senior mereka meninggalkan Pelatnas? Bukannya memiliki sparring partner di top level sangat penting untuk para junior? Tidak sedikit pula yang senang mengenai pencoretan Praveen/Melati dari Pelatnas. Mereka beranggapan bahwa setelah tidak berada di Pelatnas, Praveen/Melati akan semakin konsisten berprestasi dan bertanggung jawab.
Kita doakan Bersama bahwa ini akan menjadi keputusan terbaik untuk Praveen/Melati. Semoga di perjalanan selanjutnya mereka dapat membuktikan bahwa mereka masih dapat berprestasi dan kita nantikan mereka kembali naik podium tertinggi. Selalu dukung mereka disaat kalah ataupun menang, di Pelatnas atau di luar Pelatnas.
