Konten dari Pengguna

Mencegah Kecanduan Game online pada Anak

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nabillah afa Fillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Anak yang sedasyik bermain game online foto: pixab.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Anak yang sedasyik bermain game online foto: pixab.com

Banyak dampak negatif yang dirasakan orang tua terhadap anaknya yang menyukai game online. Pengaruh buruk tersebut mempengaruhi perilaku mereka terutama pikiran mereka dan yang paling terkenal adalah efeknya pada kesehatan. Yaitu gangguan pada Mata.

Namun ada Beberapa Orang tua yang membiarkan anaknya bermain game online, dengan berbagai alasan seperti, agar anak tenang, tidak menangis dan agar tidak mengganggu kegiatan orang tuanya. orangtua lebih mengandalkan teknologi digital sebagai media permainan bagi anak, tidak bisa dibenarkan bahwa perkembangan teknologi saat ini terutama berbasis layanan internet memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak dalam keluarga (Alia & Irwansyah, 2018).

Game online yang dahulu kalangan remaja mainkan rata-rata kini anak-anak yang memainkan, Anak-anak yang seharusnya lebih banyak berinteraksi dengan Orang tua atau Orang-orang disekitarnya. Meskipun permainan ini tidak cocok untuk anak-anak. Anak-anak akan senang ketika ia menemukan hal baru yang belum pernah ia coba, seperti game online tersebut ia akan terus-menerus memainkannya tanpa tau game itu tidak baik dimainkan olehnya. Anak dianggap lebih sering dan rentan terhadap penggunaan permainan game online dari pada orang dewasa( lemmens & valkenburg, 2018)

Peran orang tua sangat diperlukan untuk membimbing anaknya, tidak hanya pertumbuhan dan perkembangannya saja, tetapi juga dengan dengan sikap dan perilakunya. perilaku anak cepat berubah, mereka melihat bagaimana lingkungan berperilaku dan anak mengikuti teladan dan terus ingat. Apalagi saat anak bermain game online, banyak game online yang mengandung kekerasan. Anak tidak tahu apakah itu baik untuknya atau tidak, karena dia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itu pengawasan dan bimbingan orang tua sangat penting dalam membesarkan. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah awal dari anak memperoleh pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam keluarga. Pada umumnya pendidikan dalam rumah tangga itu bukan berpangkal tolak dari kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi pendidikan. Situasi pendidikan itu terwujud berkat adanya pergaulan dan hubungan pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orangtua dan anak (Darajat, 2012).

Ada beberapa cara agar anak tidak kecanduan bermain game, berikut cara Orang tua untuk membimbing Anak agar tidak kecanduan game online:

1. Mengawasi dan Mendampingi Anak saat bermain.

Orang tua harus selalu mendampingi anaknya. Pengetahuan Orang tua tentang game online dapat menjadi dasar sebagai pengawasan anak, orang tua sering kali hanya mengingatkan, tanpa ada kontrol dan pendidikan dalam pengawasan anak. Orangtua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sehingga kesempatan dalam mendidik dan memberikan pengetahuan pada anak akhirnya menjadi terbatas. Pengawasan dalam kebiasaan bermain anak menjadi sangat renggang, sehingga anak mulai terbiasa dengan kebiasaannya bermain game online, kurangnya pengetahuan ini bisa berdampak buruk bagi kebiasaan anak bermain game (Amanda, 2016). Orang tua yang tidak mengontrol permainan anaknya mengalami akibatnya, kecuali game tersebut baik untuknya, maka orang tua harus bijak dalam memilih permainan untuk anaknya, jangan sampai memilih sendiri.

Jika anak sudah bisa unduh game sendiri maka yang orang tua harus lakukan adalah menghapus atau sembunyikan aplikasi untuk mengunduh game tersebut. biar kita yang memilih, atau anak yang memilih lalu kita yang menyeleksi game yang ia inginkan.

2. mengajak anak untuk bermain permainan Edukatif.

Salah satu cara agar anak tidak kecanduan game online adalah dengan mengajaknya bermain secara langsung. Saat ini orang tua banyak memberikan permainan edukatif yang diberikan orang tua kepada anaknya. Permainan unsur edukatif merupakan segala bentuk permainan yang dirancang agar memberikan manfaat pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar pemainnya termasuk kepada anak-anak. (khodir,2009) permainan ini memungkinkan anak bermain sambil belajar. Alat-alat yang digunakan dalam permainan edukatif dapat merangsang minat anak untuk bermain. Seperti bermain menyusun balok, puzzle, menggambar dan ada permainan sensory play yang dapat melatih semua indra anak.

bermain yang dijadikan sebagai pembelajaran, dapat memperhatikan perkembangan demikian dalam anak. pendekatan hendaknya tahapan Dengan bermain harus memperhatikan kematangan atau perkembangan anak, alat yang akan digunakan, dan tempat bermain anak itu sendiri.(Mulyasa,2012) bermain game Edukasi dengan dukungan langsung orang tua mendekatkan orang tua dan anak pada komunikasi di antara mereka saat bermain. Dan pasti orang tua akan merasakan perkembangan cepat pada anaknya. Yang akan membuat orang tua bangga terhadap anaknya.

Daftar pustaka:

A Rini, (2011) menanggulangi kecanduan game online pada anak , Jakarta: pustaka mina, hal 47

Alia, T, & Irwansyah. (2018). Pendampingan Orangtua Pada Anak Usia Dini Dalam Pengetahuan Teknologi Digital. A Journal Of Language, Literature, Culture, And Education, 14(1), 65-78. http://dx.doi.org/10.19166/pji.v14i1.639

Amanda, R. A. (2016). Pengaruh Game Online Terhadap Perubahan Perilaku Agresif Remaja Di Samarinda. E Journal Ilmu Komunikasi, 4(3), 30-35.

Darajat, Z. (2012). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Khobir, A. (2009). Upaya Mendidik Anak Melalui Permainan Edukatif. Jurnal Forum Tarbiyah. 7 (2) hlm 195-208.

Mulyasa, E. (2005).Menjadi Guru Profesional.Bandung:PT. Remaja Rosda Karya.

S. Lemmens, P. M. Valkenburg, J. Peter, (2018). FL: Development and validation of a game addiction scale for adolescents. 10.1080/15213260802669458 2 Media Psychology, 12 009),