Konten dari Pengguna

5S di SMAN 1 Gamping: Langkah Sederhana Dukung SDGs-4

Nabin Diyanur

Nabin Diyanur

Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Sosiologi

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nabin Diyanur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa PK UNY, PPL UPY beserta siswa sedang melakukan kegiatan pembiasaan 5S. Foto: Hanif Nur Fitriyadi Senin (27/07/2026)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa PK UNY, PPL UPY beserta siswa sedang melakukan kegiatan pembiasaan 5S. Foto: Hanif Nur Fitriyadi Senin (27/07/2026)

SMA Negeri 1 Gamping menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai bagian dari pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara berkala dan melibatkan berbagai unsur warga sekolah. Sejak pelaksanaan Praktik Kependidikan UNY (PK UNY) tepatnya dimulai pada 20 Juli 2026 sampai dengan 23 September 2026, mahasiswa PK UNY turut terlibat dalam kegiatan tersebut, khususnya dalam pelaksanaan piket pagi di gerbang sekolah. Penerapan budaya 5S menjadi salah satu bentuk pembiasaan yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah sekaligus sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Penerapan budaya 5S dilakukan melalui kegiatan piket pagi di gerbang sekolah.

Guru, Mahasiswa PK UNY Beserta siswa sedang melakukan kegiatan pembiasaan 5S. Foto: Nabin Diyanur Ikhsan. Rabu (29/07/2026)
zoom-in-whitePerbesar
Guru, Mahasiswa PK UNY Beserta siswa sedang melakukan kegiatan pembiasaan 5S. Foto: Nabin Diyanur Ikhsan. Rabu (29/07/2026)

Kegiatan ini melibatkan guru, mahasiswa PK UNY, serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK). Para petugas menyambut siswa dan warga sekolah yang datang dengan memberikan senyum, salam, dan sapaan.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembiasaan agar interaksi antarwarga sekolah berlangsung dengan lebih ramah dan saling menghargai. “Budaya 5S merupakan kebiasaan yang baik karena dapat membentuk sikap dan karakter siswa melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari,” ujar Galih Arya Firmansyah. Senada dengan hal tersebut Hireyuki Hideki yang merupakan salah satu mahasiswa PK UNY menyebutkan “Budaya 5S bukan sekedar kegiatan penyambutan di pagi hari, tapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.”

Melalui kebiasaan yang dilakukan secara berulang, siswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan sikap sopan, santun, dan menghargai orang lain secara langsung. Keterlibatan guru, mahasiswa PK UNY, OSIS, dan MPK juga memberikan contoh nyata kepada siswa bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang positif merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, nilai-nilai 5S tidak hanya disampaikan sebagai aturan atau slogan, tetapi diterapkan melalui perilaku sehari-hari.

Penerapan budaya tersebut sejalan dengan SDGs-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Lingkungan sekolah yang positif dan mendukung pembentukan karakter dapat menjadi bagian dari proses pendidikan di luar pembelajaran akademik.

Melalui budaya 5S, siswa belajar membangun hubungan sosial yang baik, berkomunikasi dengan santun, serta menghargai keberadaan orang lain di lingkungan sekolah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat memberikan dampak dalam membentuk karakter siswa sekaligus memperkuat budaya sekolah. Senyum, salam, dan sapaan yang diberikan sejak siswa memasuki gerbang menjadi awal terciptanya interaksi yang lebih positif antarwarga sekolah. Dari kebiasaan tersebut, nilai sopan santun dan saling menghargai dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Keberlanjutan budaya 5S di SMA Negeri 1 Gamping diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Keterlibatan berbagai unsur sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan mendukung pembentukan karakter. Dengan demikian, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten tidak hanya membangun budaya positif di sekolah, tetapi juga turut mendukung pencapaian SDGs-4 tentang Pendidikan Berkualitas