Kumparan Logo

Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Mudah Menyerah saat Belajar

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak belajar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak belajar. Foto: Shutterstock

Menemukan cara untuk mengajarkan anak agar tidak mudah menyerah saat belajar terkadang bukan hal mudah. Apalagi bila si kecil sudah banyak kegiatan, ia mungkin merasa lelah bila harus mengerjakan tugas atau mengulas kembali materi belajar di sekolah.

Tapi Moms, "lelah" tidak bisa terus-menerus dijadikan alasan bahwa anak mudah menyerah dalam belajar. Sebab, keinginan anak untuk duduk mengerjakan tugas tanpa terus diingatkan berkaitan dengan kemampuannya untuk mengendalikan emosi ketika mengalami kesulitan, mengatur perhatian, hingga mencoba lagi setelah gagal.

Nah, hal tersebut biasa dikenal dengan self-regulation, Moms.

Apa Itu Self Regulation?

Self regulation merupakan kemampuan pengaturan diri untuk memahami dan mengelola perilaku maupun emosi terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Kemampuan ini akan membuat seseorang lebih tenang saat menghadapi sesuatu, Moms.

Ilustrasi anak belajar di kelas. Foto: Shutterstock

Self regulation berkembang secara bertahap dan dapat dilatih. Dilansir laman Raising Children Network, anak-anak akan mengembangkan pengaturan diri melalui hubungan yang hangat dan responsif. Semakin lingkungannya mendukung, semakin terlihat pula tanda-tanda anak sudah bisa mengatur dirinya sendiri.

Tak hanya di lingkungan keluarga, kemampuan self regulation juga sebenarnya dapat dilatih di sekolah. Salah satunya dengan memberi anak pilihan dalam belajar, sehingga si kecil terbiasa mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.

Dalam proses itu, sekolah juga dapat melatih anak mencoba lagi setelah gagal agar ia belajar menghadapi kesulitan, mengevaluasi kesalahan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi sesuatu.

Hal inilah yang menjadi fokus Jakarta Intercultural School dalam menyusun program-program sekolah. Setiap program yang dihadirkan memberi anak pilihan dalam belajar, sehingga mereka dapat menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

instagram embed

Sejak di jenjang sekolah dasar, kurikulum di Jakarta Intercultural School dirancang untuk mendukung perkembangan holistik setiap siswa. Keseimbangan antara akademik dan keterampilan sosial membuat para siswa untuk terlibat dalam pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan mendorong kemandirian.

Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Mudah Menyerah saat Belajar

Menanamkan sikap gigih menjadi gerbang utama untuk mengajarkan anak agar tidak mudah menyerah saat belajar. Anda bisa memulainya di rumah dengan membiasakan tiga hal ini saat mendampinginya belajar.

1. Memberikan perhatian

Rasa takut gagal pada anak wajar terjadi dan Anda perlu mendampingi si kecil untuk menghadapi hal itu. Daripada mengambil alih untuk menyelesaikan tugas anak, coba tanyakan terlebih dahulu bagian mana yang menurutnya sulit.

Setelah itu, Anda dapat mengajaknya mencari solusi bersama. Cara ini membantu anak merasa didampingi dan lebih percaya diri untuk melanjutkan proses belajar, Moms.

Ilustrasi anak ditemani belajar oleh orang tua. Foto: Shutterstock

Ketika anak mengalami penurunan motivasi saat belajar, Jakarta Intercultural School mempunyai Student Support Services yang berisi guru serta tim spesialis untuk mendampingi setiap anak dengan kebutuhan berbeda.

Student Support Services nantinya akan ditentukan berdasarkan Individual Learning Plans (Rencana Pembelajaran Individu), catatan sekolah, evaluasi, hingga wawancara. Dengan begitu, setiap siswa bisa mendapatkan dukungan yang tepat dan akurat, Moms.

2. Membiarkan anak mencari solusi sendiri

Sebagai orang tua, Anda mungkin greget ketika si kecil lama menyelesaikan tugasnya. Hati-hati dengan kebiasaan tersebut ya, Moms! Sebaliknya, beri anak ruang untuk mencari sendiri solusi atas kesulitan yang tengah ia hadapi.

Anda dapat memberikan arahan melalui pertanyaan atau petunjuk kecil tanpa langsung mengambil alih. Proses mencoba, melakukan kesalahan, lalu memperbaikinya akan membantu anak untuk lebih gigih dalam belajar.

Ilustrasi anak belajar di kelas. Foto: Shutterstock

Pada program Elementary, Jakarta Intercultural School menghadirkan Makerspace dan Passion Project yang mengajak anak untuk mengerjakan suatu proyek sesuai bidang yang mereka minati. Dengan berdiskusi bersama guru maupun siswa lain, rasa ingin tahu serta saling menghargai pendapat akan terasah.

Dengan cara-cara ini tersebut, anak akan berada di lingkungan yang terbiasa menghadapi tantangan, mencoba berbagai pendekatan, dan mengembangkan kemampuan pantang menyerah dalam proses belajarnya.

3. Mendorong anak membuat target dalam proses belajar

Membuat target dapat membuat proses belajar menjadi lebih terarah karena ada tujuan yang harus dicapai. Tapi, tidak perlu muluk-muluk seperti harus mendapat nilai A ya, Moms!

Ajak anak berdiskusi untuk penyusunan target, misalnya menyelesaikan beberapa halaman buku, memahami satu konsep baru, atau berlatih keterampilan tertentu dalam waktu yang sudah ditentukan.

Jakarta Intercultural School Dukung Anak agar Tidak Mudah Menyerah saat Belajar

Jakarta Intercultural School percaya, sekolah menjadi tempat siswa bisa merasa aman, didukung, dan diterima. Setiap warga sekolah juga didorong untuk menciptakan lingkungan yang peduli dan penuh hormat agar siswa menjadi pribadi yang dikelilingi dengan kebaikan dan pandangan positif.

Harapannya, hal ini dapat mendorong anak untuk terus bertumbuh dan menanamkan sikap pantang menyerah dalam perjalanan belajarnya. Untuk informasi lengkap seputar Jakarta Intercultural School, Anda dapat klik di sini.