Shopee dan AnterAja Beri Pelatihan Strategi Promosi ke Puluhan UMKM

Dalam rangka menyambut Harbolnas, Shopee dan AnterAja menghadirkan pelatihan bisnis digital untuk puluhan UMKM yang tergabung dalam komunitas Jagoan Lokal AnterAja.
Bersama instruktur Kampus UMKM Shopee yang telah bersertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), pelatihan komprehensif ini membedah berbagai kiat untuk memaksimalkan potensi penjualan di momen kampanye besar, seperti Harbolnas.
Tak hanya itu, para peserta juga diberi pengetahuan khusus untuk mengoptimalkan strategi promosi, beriklan guna meningkatkan visibilitas produk penjual, hingga cara optimalisasi operasional toko untuk hadapi lonjakan pesanan.
Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi, menyebut, Harbolnas kerap menjadi momen belanja akhir tahun yang ditunggu-tunggu banyak pelanggan. Bila dilakukan dengan strategi yang tepat, Harbolnas dapat jadi cara jitu untuk meningkatkan penjualan.
"Pelatihan ini membantu para penjual dengan strategi persiapan kampanye yang tepat. Melalui pelatihan ini, kami harap para pelaku UMKM bisa mendapat berbagai ilmu untuk perkuat operasional toko jelang hadapi momen kampanye besar akhir tahun,” kata Daniel.
Dalam kesempatan yang sama, VP Sales, Growth & Customer Experience Anteraja, Sebastianus Waryanto, menyambut positif kolaborasi pelatihan bersama Shopee sebagai upaya mendukung pengembangan kapasitas pelaku UMKM di era digital.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para Penjual yang tergabung dalam Komunitas Jagoan Lokal Anteraja dapat memperoleh pengetahuan baru agar lebih siap dalam menghadapi potensi lonjakan pesanan jelang kampanye besar. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat daya saing bisnisnya," ungkapnya.
Sementara itu, dua peserta pelatihan Kampus UMKM Shopee, Derry dan Nevana, mengaku terbantu dengan materi yang dibawakan dalam edisi pelatihan kali ini.
Menurut Derry, berbagai materi yang disampaikan oleh tim Kampus UMKM Shopee sangat bermanfaat untuk meningkatkan performa tokonya.
“Ada beberapa insight yang kami dapatkan di pelatihan ini yang kebetulan belum pernah kami terapkan sebelumnya. Mulai dari cara beriklan hingga cara mengatur budget beriklan yang optimal. Saya juga belajar banyak soal dashboard Shopee serta bagaimana menggunakan data tersebut sebagai acuan strategi beriklan Beorganik,” ucap Derry.
Di sisi lain, Nevana, dari Pure and Health, juga bersyukur dapat melakukan sesi konsultasi bersama dengan pelatih Kampus UMKM Shopee selama pelatihan berlangsung.
“Pelatihan berhasil menjawab kebingungan saya soal cara menggunakan fitur Ads dengan lebih strategis. Salah satunya soal meningkatkan impresi produk sehingga makin banyak pembeli yang melihat dan juga mengetahui produk kami,” ujar Nevana.
Kolaborasi antara Shopee dan Anteraja ini juga merupakan bagian dari pelatihan Kampus UMKM Shopee Kelas Online, inovasi program pelatihan yang memberikan kemudahan bagi seluruh UMKM di 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Anggota yang tergabung dalam Kampus UMKM Shopee Kelas Online memilih program pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sejak tahun 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pelatihan keterampilan bisnis kepada jutaan UMKM di seluruh Indonesia melalui lebih dari 350 ribu jam pelatihan dan menghadirkan hampir 400 modul pelatihan.
