Konten dari Pengguna

Langkah Mitigasi : Digitalisasi Peta Kerentanan Bencana Banjir Desa Pecakaran

Nadia Chaerani

Nadia Chaerani

TIM II KKN Undip Desa Pecakaran

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadia Chaerani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyerahan Peta kepada Kepala Desa Pecakaran
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan Peta kepada Kepala Desa Pecakaran

Pekalongan (12 Agustus 2024) - Desa Pecakaran merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir pantai tepatnya di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Letaknya yang berada tepat di pesisir pantai menyebabkan wilayah Desa Pecakaran sering diterjang geombang serta pasang surut setiap harinya. Gelombang dan pasang surut ini tidak jarang dapat menyebabkan bencana seperti banjir, rob dan tsunami. Salah satu bencana yang dulunya sering terjadi di Desa Pecakaran yaitu bencana banjir. Banjir merupakan suatu bencana dimana ketika air dalam jumlah besar meluap ke daratan dan masuk ke rumah-rumah penduduk serta menggenangi jalanan-jalanan yang ada di desa. Banjir dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, baik disebabkan oleh alam maupun manusia. Sebagai contoh faktor alam yang dapat menyebabkan banjir antara lain kondisi geologi lokal, kondisi lereng dan kondisi curah hujan. Selain itu ada juga faktor manusia yang dapat menyebabkan banjir antara lain kondisi penggunaan lahan setempat serta pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya dapat menyumbat aliran air yang ada di Desa Pecakaran.

Bencana banjir lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap warga sekitar, seperti hilangnya harta benda yang berharga karena terbawa oleh arus air, rusaknya rumah penduduk karena terjangan air banjir yang deras, serta dampak yang paling serius adalah hilangnya nyawa manusia dikarenakan tenggelam atau bisa jadi juga karena tersetrum aliran listrik yang tergenang oleh air banjir. Namun sudah sekitar 3 tahun setelah diabangunnya tanggul dan pompa air sehingga wilayah Desa Pecakaran dapat terselamatkan dari bencana banjir. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lama-kelamaan dengan melihat iklim yang semakin tidak menentu, kenaikan muka air laut yang semakin tinggi, serta penurunan muka tanah yang semakin besar dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir lagi di Desa Pecakaran.

Oleh karena itu diperlukannya sebuah peta kerentanan bencana di Desa Pecakaran untuk dapat mengetahui bagaimana dan dimana wilayah desa yang sangat rentan terhadap bencana banjir dan tsunami. Mahasiswa KKN Undip Tim II berinisiatif melakukan pemetaan daerah rawan banjir di Desa Pecakaran. Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu metode dalam yang dimanfaatkan untuk pemetaan daerah rawan banjir secara akurat, cepat, dan akurat. Pembuatan peta potensi banjir dan tsunami menggunakan empat parameter utama yaitu ketinggian wilayah, kelerengan wilayah, jarak dari sungai, serta jarak dari pantai. Karena dengan adanya peta ini dapat difungsikan sebagai bentuk informasi terhadap masyarakat maupun pendatang. Serta dapat digunakan untuk melakukan tindak mitigasi bencana oleh pemerintah.

Peta Kerentanan Bencana Banjir dan Tsunami Desa Pecakaran