Konten dari Pengguna

Gara-gara Takut Ketinggian

Nadia Putri

Nadia Putri

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadia Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua orang punya ketakutannya sendiri-sendiri. Kalau versi selebritis internasional Scarlett Johansson memiliki ornithopobhia yaitu takut dengan burung. Dia bisa menggila jika melihat burung mengepakan sayapnya. Atau ada lagi model kelas dunia kendal jenner yang memiliki trypophobia yaitu ketakutan terhadap lubang-lubang yang berpola aneh. Nah kalau saya memiliki ketakutan terhadap ketinggian yaitu acrophobia. Phobia ini sangat mengganggu dan menghambat saya untuk pergi jarak jauh yang harus menggunakan pesawat. Bukan berarti saya tidak pernah naik pesawat, hanya saja saya selalu mengalami reaksi yang berlebihan ketika naik “burung besi” tersebut. Terutama saat-saat ketika pesawat akan terbang dan pada saat landing. Biasanya saya akan merasa pusing, dan panik serta saya tidak bisa pergi sendirian karena selama perjalanan saya harus berpegangan pada orang disebelah saya agar saya merasa aman. Bayangkan kalau saya pergi sendirian, masa iya harus berpegangan tangan sama orang yang tidak dikenal? yang ada disangka orang aneh.

Gara-gara Takut Ketinggian
zoom-in-whitePerbesar

Karena hal ini, mudik menjadi suatu beban tersendiri bagi saya. biasanya setiap tahun saya mudik antara ke Malang atau Semarang. Biasanya penerbangan memakan waktu 1 jam 30 menit. Walaupun bisa dibilang waktu yang singkat, 1 jam 30menit itu serasa seperti 24 jam untuk saya. Kadang kalau sedang beruntung saking saya takutnya saya sampai tertidur di bahu ibu atau ayah saya selama perjalanan jadi tidak harus merasakan betapa mengerikannya saat pesawat sedang landing. Tetapi saya tidak harus merasakan kengerian itu lagi saat saya mulai mengenal perjalanan antar daerah menggunakan kereta api. Awalnya saya enggan menggunakan kereta api karena merasa waktu diperjalanan jauh lebih lama, tetapi setelah dicoba ternyata teramat jauh lebih baik dibandingkan naik pesawat dan “kengerian” yang harus saya alami selama perjalanan. Tahun ini pun saya memilih menggunakan kereta untuk mudik dan Tiket Kereta Lebaran 2018 sudah saya dapatkan.

Kalau kalian bertanya, kok bisa sih semudah itu dapat tiketnya? Bisa dong jaman sekarang apa sih yang susah? #TiketKemanapun dari tiket.com bisa diakses darimana saja. Dari laptop bisa, dari hp pun bisa. Kalau ada masalah dan butuh bantuan kita tinggal telfon, karena Customer Care tiket.com selalu siap sedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk menjawab semua pertanyaan pemesanan tiket kereta Lebaran 2018. Semua informasi pun bisa kamu dapatkan disini https://www.tiket.com/promo/promo-kereta-mudik .

embed from external kumparan

Persiapan keberangkatan pun mudah, kamu tinggal melakukan hal ini:

1. Cetak tiket maksimal 2 jam sebelum berangkat, akan lebih bagus jika sebulan atau seminggu sebelum keberangkatan

2. Bawa tiket & KTP yang asli

3. Pergi ke stasiun minimal 1 jam sebelum berangkat

4. Check in di petugas

5. Soal makanan kalau kamu membeli tiket diatas Rp 300.000 kamu bisa dapat makanan gratis!

Gampang banget kan? Buat kamu yang punya phobia ketinggian seperti saya mudik menggunakan kereta api merupakan solusi yang paling tepat. Selain jauh dari kata macet, walaupun perjalanan sedikit lebih lama kita bisa tetap menikmatinya dengan melihat pemandangan dari jendela kereta api. Jadi tidak akan merasakan “kengerian”apapun selama perjalanan. Stress hilang Mudik pun sudah tidak bisa dikatakan sebagai beban.