Pertemuan Pertama dengan Dosen Psikologi Pendidikan

Halo, saya seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dari jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nadiya Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aku mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang sekarang sudah duduk di bangku semester 3. Di semester ini aku mendapatkan mata kuliah yang memang aku suka, yaitu psikolog. Walaupun aku gagal masuk jurusan itu setidaknya aku bisa merasakan mata kuliahnya dengan unsur pendidikan. Kenapa namanya psikologi pendidikan? karena jurusanku yang sekarang berkaitan dengan guru nantinya. Dosen baru yang mengajar mata kuliah ini namanya Bu Maolidah.
Berawal pertemuan pertama di hari Selasa. Ibu Maolidah mula-mula mengabsen satu per satu mahasiswa. Kemudian mulai memperkenalkan diri. Ibu Maolidah atau biasa dipanggil dengan Ibu Ida merupakan salah seorang dosen di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namun beliau juga merupakan dosen di kampus lain. Ibu Maolidah menceritakan pengalaman beliau yang sangat menarik, mulai dari tes kuliah, mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab, hingga saat ini mampu memperoleh gelar magister di bidang psikologi. Dari kisah yang disampaikan Ibu Maolidah, saya belajar bahwa ketika kamu kurang menyukai suatu pelajaran, maka kamu tetap harus berusaha bertanggung jawab menyelesaikannya. Dan jika merasa kurang pandai dalam suatu mata kuliah, maka belajar lebih awal sebelum masuk kelas dapat menjadi solusi.
Selanjutnya, Ibu Maolidah juga menjelaskan secara ringkas mengenai Taksonomi Bloom yang terdiri dari kognitif, egektif, psikomotor. Selain itu, Ibu Maolidah juga menjelaskan secara detail mengenai kontrak perkuliahan. Dimulai dari penjelasan bahwa mata kuliah Psikologi Pendidikan kelas 3C dilaksanakan pada hari Senin, pukul 13.00-15.00 WIB. Lalu, tugas kelompok membuat makalah, salindia, dan menyajikan suatu video berkenaan dengan materi ketika presentasi. Adapun tugas lainnya yang diberi oleh Ibu Maolidah seperti meresume setiap pertemuan, membuat 100 mimpi atau tujuan hidup, membuat mindmapping, dan observasi anak yang bermasalah dalam belajar. si.
