Kumparan Logo

Perusahaan Furnitur RI Hadir di KOFURN 2026, Perkuat Jaringan Bisnis di Korsel

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebanyak 13 perusahaan Indonesia memperkuat pasar furnitur dan interior di Korea Selatan melalui Paviliun Indonesia pada KOFURN 2026 di KINTEX, Gyeonggi, 27-30 Agustus 2026. Foto: Dok. Kemlu
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak 13 perusahaan Indonesia memperkuat pasar furnitur dan interior di Korea Selatan melalui Paviliun Indonesia pada KOFURN 2026 di KINTEX, Gyeonggi, 27-30 Agustus 2026. Foto: Dok. Kemlu

Produk furnitur dan interior Indonesia semakin memperkuat kehadirannya di pasar Korea Selatan. Sebanyak 13 perusahaan Indonesia tampil dalam Paviliun Indonesia pada Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2026, yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di KINTEX, Gyeonggi.

Ini merupakan bagian dari upaya Kedubes RI (KBRI) Seoul bersama Kementerian Perdagangan RI untuk memperluas akses pasar, memperkuat branding produk Indonesia, serta mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon mitra dan buyer Korea.

Besarnya potensi pasar terlihat dari peningkatan skala Paviliun Indonesia tahun ini. Paviliun. Paviliun menempati area seluas 144 meter persegi, meningkat dari 108 meter persegi pada KOFURN 2025, dan menghadirkan produk untuk berbagai segmen, mulai dari hunian, perkantoran, hotel dan kafe hingga furnitur untuk hewan peliharaan.

Saat meresmikan Paviliun Indonesia pada Kamis (27/8), Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menegaskan partisipasi Indonesia di KOFURN tidak berhenti pada promosi produk semata.

“Keikutsertaan Indonesia di KOFURN merupakan bagian dari upaya konkret diplomasi ekonomi untuk membawa lebih banyak produk nasional bernilai tambah masuk ke pasar Korea. Kita ingin membangun branding yang kuat sekaligus membuka hubungan bisnis yang berkelanjutan antara pelaku industri Indonesia dan Korea,” ujar Dubes Cecep.

Sebanyak 13 perusahaan Indonesia yang berpartisipasi telah melalui proses kurasi KBRI Seoul dan Kementerian Perdagangan RI, yaitu Aryasena, Bale Rattan, Bumi Karya Abimana, Chakra Naga Furniture, Genco Furniture, Herya Wood Furniture, HomLiv, Indorisakti, Javani Narutala Indonesia, Kibti Furniture, Macha Catalogue, Sabila Multi Kreasindo, dan Surya Bangkit Cemerlang.

Material Indonesia dan Desain Berkelanjutan

Sebanyak 13 perusahaan Indonesia memperkuat pasar furnitur dan interior di Korea Selatan melalui Paviliun Indonesia pada KOFURN 2026 di KINTEX, Gyeonggi, 27-30 Agustus 2026. Foto: Dok. Kemlu

Paviliun Indonesia menonjolkan kekuatan Indonesia pada material alami, craftsmanship, desain, dan keberlanjutan. Beragam produk furnitur menggunakan kayu, rotan, kombinasi kayu dan logam, kayu jati, serta kayu jati daur ulang.

Produk interior juga memanfaatkan berbagai material khas Indonesia bernilai tambah, seperti rotan, eceng gondok, seagrass, pelepah pisang, mending, dan capiz shell.

Sejumlah produk mengusung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan bahan alami dan material daur ulang, desain knock-down yang lebih efisien dalam pengiriman, serta proses produksi yang mengoptimalkan penggunaan material.

Menurut Dubes Cecep, karakter tersebut menjadi salah satu modal penting Indonesia untuk menjawab perkembangan selera konsumen Korea yang semakin mengutamakan desain, kualitas, fungsi, dan keberlanjutan.

“Indonesia memiliki keunggulan yang khas: kekayaan material alami seperti kayu jati dan rotan berkualitas tinggi, dipadukan dengan kreativitas desain dan keterampilan para perajin. Kombinasi ini memberikan peluang besar bagi furnitur Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar Korea yang dinamis dan inovatif,” kata Dubes Cecep.

“Kami berharap KOFURN tidak hanya menghasilkan transaksi dagang, tetapi juga membuka kemitraan jangka panjang, pengembangan desain bersama, serta integrasi yang lebih kuat antara industri furnitur Indonesia dan Korea,” lanjutnya.

IK-CEPA Perkuat Daya Saing Produk Indonesia

Sebanyak 13 perusahaan Indonesia memperkuat pasar furnitur dan interior di Korea Selatan melalui Paviliun Indonesia pada KOFURN 2026 di KINTEX, Gyeonggi, 27-30 Agustus 2026. Foto: Dok. Kemlu

Peluang produk furnitur Indonesia di Korea turut diperkuat oleh implementasi Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Melalui perjanjian tersebut, hampir seluruh produk furnitur asal Indonesia telah menikmati eliminasi tarif bea masuk hingga 0 persen, sehingga memberikan ruang yang semakin besar bagi produk nasional untuk bersaing di pasar Korea. Satu pos tarif untuk furnitur dan interior berbahan baku kayu hasil refabrikasi masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 5 persen.

Preferensi tarif tersebut memberikan nilai tambah bagi eksportir Indonesia dan menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong peningkatan perdagangan produk bernilai tambah antara Indonesia dan Korea.

Dari Pameran Menuju Transaksi Bisnis

Sebanyak 13 perusahaan Indonesia memperkuat pasar furnitur dan interior di Korea Selatan melalui Paviliun Indonesia pada KOFURN 2026 di KINTEX, Gyeonggi, 27-30 Agustus 2026. Foto: Dok. Kemlu

Untuk memastikan keikutsertaan Indonesia menghasilkan peluang bisnis konkret, KBRI Seoul juga bekerja sama dengan Korea Federation of Furniture Industry Cooperatives (KFFIC) menyelenggarakan business matching antara perusahaan Indonesia dan calon mitra Korea.

Sebanyak 13 eksibitor Indonesia dipertemukan dengan 16 perusahaan Korea, yaitu BAOTT, Bridge Maker, Dqewun, Fine Group Holdings, Homehands, Itda, Jamie Collection, JH, John Service, Lotte Mart, MAP Company, Mylog, Urban Furnish, Unogagu, Senso, dan Shinsegae Casa.

Pertemuan bisnis tersebut diarahkan untuk membuka peluang ekspor, distribusi, pengadaan produk, pengembangan desain, hingga kemitraan jangka panjang antara industri furnitur kedua negara.

Melalui partisipasi pada KOFURN 2026, KBRI Seoul terus mendorong agar diplomasi ekonomi Indonesia tidak hanya meningkatkan visibilitas produk nasional, tetapi juga menghasilkan transaksi, memperluas jejaring bisnis, dan memperkuat posisi produk bernilai tambah Indonesia di pasar Korea Selatan.