Kumparan Logo

Setelah Lebih dari Satu Dekade, Visa dan Mastercard Kembali Beroperasi di Suriah

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mastercard. Foto: hodim/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mastercard. Foto: hodim/Shutterstock

Suriah memulai kembali pembayaran internasional setelah bertahun-tahun. Dikutip dari AFP, Sabtu (29/8), Visa dan Mastercard mengatakan telah memproses pembayaran kartu internasional pertama di Suriah dalam lebih dari satu dekade, beberapa hari setelah Washington mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.

Dalam pernyataannya, Mastercard mengatakan bahwa pihaknya bersama Grup Bank Nasional Qatar (Qatar National Bank Group/QNB) telah memproses pembayaran kartu internasional pertama di Suriah setelah lebih dari 15 tahun.

"Menandai tonggak penting dalam modernisasi ekosistem pembayaran Suriah," kata Mastercard dalam pernyataannya.

Sementara Visa dalam pernyataannya pada Rabu (26/8) mengatakan telah menguji transaksi internasional la gsung pertama di Suriah. Mereka juga menyinggung ini sebagai tonggak penting dalam mendukung sektor layanan finansial negara itu.

Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Fransabank asal Lebanon, yang disebut sebagai lembaga keuangan penerima pembayaran, serta dengan perusahaan pembayaran elektronik lokal, PaymeraI.

Paymera pada Kamis (27/8) mengatakan telah melaksanakan pembayaran elektronik pertama menggunakan Visa.

Sejak Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024, sejumlah negara Barat telah mencabut sanksi yang sebelumnya dijatuhkan terhadap Suriah, setelah perang saudara berlangsung selama hampir 14 tahun.

Gubernur Bank Sentral Suriah, Safwat Raslan, melakukan pembayaran internasional menggunakan kartu Mastercard. Foto: Instagram/@safwatraslan

Pada Senin (24/8), Amerika Serikat (AS) mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, mencabut status yang telah berlaku selama beberapa dekade yang disertai dengan pembatasan ekonomi yang berat, sekaligus menandai langkah lain dalam mencairnya hubungan kedua negara.

Visa dalam pernyataannya mengatakan uji coba merupakan awal dari langkah bersejarah menuju perluasan kemampuan pembayaran digital di pasar, serta menyediakan cara pembayaran yang dikenal, aman, dan nyaman bagi pengunjung internasional.

Gubernur bank sentral, Safwat Raslan, mengunggah sebuah video di media sosial yang menunjukkan dirinya bersama Presiden Ahmed al-Sharaa membayar kopi di kafe Damaskus dengan kartu.

"Ini merupakan pembayaran pertama menggunakan kartu Visa di jantung Damaskus, setelah Suriah dihapus dari daftar negara sponsor terorisme," kata Raslan.

"Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini merupakan awal baru yang membawa harapan sekaligus tanggung jawab besar," lanjutnya.

"Kami akan terus bekerja tanpa henti untuk membangun sistem finansial yang modern, tepercaya, dan terbuka yang selaras dengan aspirasi warga Suriah dan membuka peluang-peluang baru bagi mereka," katanya lagi.

Damaskus berharap hal ini dapat membantu mengakhiri isolasi ekonomi Suriah dan memperkuat integrasinya ke dalam sistem ekonomi serta keuangan global, sekaligus menarik investasi dan mendukung pembangunan negara yang berupaya melakukan pemulihan.

instagram embed