Keramik Cantik, Wujud Wirausaha yang Berseni

Tulisan dari Nadia96 Yunita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kali ini, saya memilih untuk mendatangi salah satu toko keramik yang ada di kawasan pasar mayestik, Jakarta. Namun, keramik ini berbeda daripada lainnya. Ya, keramik ini justru sangat cantik dengan beragam motif yang ditawarkan.

Toko Pelangi Keramik adalah usaha keramik milik Bapak Edi yang dimulai sejak tahun 2010, saat kondisi pasar Mayestik masih berupa seperti pasar lama dan belum diperbaiki secara menyeluruh infrastrukturnya seperti sekarang ini. Kini, Pak Edi memiliki 3 toko di dalam kawasan pasar Mayestik yang terletak di bagian tengah, samping dan di depan pintu masuk, yang masing-masing dijaga oleh sanak saudaranya.
Keunikan dari toko ini adalah motif dari hiasan keramiknya yang lebih beragam, tidak terlalu umum di pasaran dan sebagian besar barangnya merupakan sisa ekspor. Pak Edi terbiasa membeli langsung kepada distributor dalam jumlah yang banyak, hingga mencapai ribuan, sebelum akhirnya dijual di pasar.
Piring hias yang dijualnya memiliki ukuran dan harganya masing-masing. Setidaknya untuk piring dengan diameter 20cm dijual dengan harga Rp 80.000. Sejumlah piring hias yang seukuran dengan piring makan pada umunya (diameter 27 cm) dijual dengan harga Rp 90.000, dan piring hias termahal adalah piring China dengan ukurannya yang memiliki diameter di atas 40 cm, dijual dengan harga yang bisa mencapai Rp 400.000.
Sebagian besar orang membeli jualannya untuk dekorasi rumah dan restoran pribadi. Maka, piring hias yang dijual oleh Pak Edi ini seringkali dijadikan pajangan di beberapa restoran di kawasan Gandaria City maupun di Bandung.

Selain untuk dekorasi, tak sedikit yang datang membeli untuk dijadikan kado, sehingga peralatan untuk minum teh (tea set) menjadi salah satu barang yang paling laris. Harga tea set ini berkisar antara Rp 250.000 s/d Rp 2.500.000.
Pak Edi juga menjual tier (tempat menyusun kue) dengan jumlah susun terbanyaknya yaitu 3 susun dan dijual dengan harga Rp 250.000 untuk tier termurahnya. Ia juga menjual sejumlah kristal, yang diakuinya akan sangat laris menjelang bulan puasa dan lebaran tiba.
Pada setiap harinya, Pak Edi bisa meraup omzet sebesar Rp 1.000.000. Meskipun tidak tentu, namun ia mengaku bahwa barang dagangannya hampir tidak pernah sepi pembeli. Toko ini buka pada pukul 08.00 - 17.00 WIB.
