Ragam Jenis Dekorasi Rumah Unik nan Menarik, Pilihan Toko Gemilang

Tulisan dari Nadia96 Yunita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masih dalam wilayah Pasar Mayestik, Jakarta, saya mendatangi sebuah toko kecil yang menjual sejumlah dekorasi rumah. Semakin melihat ke dalam, saya menyadari bahwa barang-barang yang dijualnya bukan hanya beragam, namun juga langka. Sebut saja, kristal, patung hiasan, hingga sarung bantal yang terkesan limited edition.
Pak Dewo selaku pemilik toko, telah berjualan sejak tahun 2005. Barang-barang yang dijualnya juga meliputi taplak meja makan, taplak meja tamu, sarung dispenser, sarung untuk tudung saji dan aneka pajangan lainnya. Sebagian besar pembeli datang untuk menjadikan kristal sebagai koleksinya, karena kristal yang dijual di toko ini hanya berasal dari negara Cheko dan Jerman. Tak hanya itu, Pak Dewo juga akan menerima jika ada yang berminat untuk menjual kristal pribadi kepadanya.

Lain halnya dengan taplak, beragam jenis dan motif taplak yang unik biasanya laris dibeli oleh para pelanggannya yang ingin mempercantik barang-barang rumahnya secara lebih detil. Toko Gumilang ini juga seringkali menjual motif taplak yang tidak dijual di tempat lain, sehingga terkesan langka dan pantas untuk diburu.
Harga beberapa barang dagangan yang dijual di toko Gumilang berkisar mulai dari Rp 600.000 - Rp 3.000.000 (tipe kristal bohemian 500pk), pajangan hewan seharga mulai dari Rp 90.000 - Rp 2.300.000, sarung bantal seharga Rp 350.000/set (isi 5 sarung dengan motif yang sama) dan untuk taplak harganya dimulai dari Rp. 75.000 (menyesuaikan dengan kapasitas untuk bangku meja) baik yang lokal maupun impor (Korea dan China).

Selain itu, Pak Dewo juga menjual beragam pilihan sarung untuk tempat tisu, Cangkir dan keramik hias lainnya. Omzet perharinya memang tidak menentu, namun setidaknya ia bisa mendapatkan Rp 500.000/hari.
Toko yang buka pada pukul 08.00 - 16.30 ini, lebih banyak menjual barang second, biasanya bekas dari para kolektor kristal, namun dengan kondisi yang masih mulus. Pak Edi juga menerima jual-beli kristal di setiap harinya, hanya saja ia hanya menerima kristal dari Negara Cheko atau Jerman. Beliau tidak menerima kristal Jepang/Cina.

Mayoritas pembelinya adalah orang Indonesia. Beliau mengatakan bahwa jarang sekali tokonya didatangi oleh orang asing, meskipun barang-barang yang dijualnya terbilang langka dan bisa menjadi barang yang diburu para turis. Ia menambahkan, kebanyakan pelanggan yang datang menjual barang pribadinya seperti keramik, pajangan, taplak2 dl di pasar, karena sudah sulit dicari dan ditemukan di mall-mall.
