Konten dari Pengguna

Mengenal Spider Veins, Pembuluh Darah yang Pecah, dan Cara Mengatasinya

nadilla nurfazriah

nadilla nurfazriah

Mahasiswi UIN Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari nadilla nurfazriah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi spider veins. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi spider veins. Foto: Pixabay

Spider veins atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut pembuluh darah laba-laba. Pada sebagian orang mungkin kondisi ini amat mengganggu penampilan hingga menurunkan rasa percaya diri. Namun, Anda jangan khawatir karena kondisi ini cukup umum ditemukan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Melansir Wexner Medical, spider veins adalah cabang ujung kecil dari vena yang sangat dekat dengan permukaan kulit. Dinamakan demikian sebab polanya menyerupai hewan laba-laba. Umumnya spider veins berukuran 0,1 mm sampai 1 mm dan memiliki warna yang bervariasi mulai dari biru, merah, dan ungu.

Anda mungkin sering menemukan spider veins pada bagian paha luar, betis bagian dalam, sekitar pergelangan kaki, hingga wajah. Baik perempuan maupun laki-laki dari segala usia dapat mengalami hal ini. Akan tetapi, kebanyakan pria memiliki kaki berbulu dan cenderung memakai celana panjang. Sehingga, spider veins lebih berisiko terjadi pada perempuan.

Apa pun yang menciptakan tekanan di pembuluh darah dapat menyebabkan pembuluh darah pecah sehingga membentuk spider veins. Kehamilan, duduk atau berdiri terlalu lama, keturunan, dan kenaikan berat badan merupakan pemicu umum. Tak hanya itu, spider veins juga memiliki beberapa faktor pendukung lainnya seperti terpapar sinar matahari langsung, penggunaan kosmetik bersteroid, mengkonsumsi minuman beralkohol, mempunyai masalah kulit rosacea (kulit kemerahan), hingga perubahan cuaca yang ekstrem.

Meski begitu, sebenarnya spider veins tidak akan membahayakan kulit Anda. Namun, apabila Anda ingin tetap menyamarkan spider veins guna meningkatkan rasa percaya diri, Anda bisa menggunakan beberapa bahan yang bisa kamu coba di rumah di bawah ini:

  • Cuka apel

Anda sudah tahu belum kalau kandungan asam sitrat pada cuka apel banyak digunakan untuk membuat produk kecantikan? Hal itu dikarenakan asam sitrat dianggap mampu mengencangkan kulit. Kulit yang kencang akan membantu memudarkan penampakan spider veins. Gunakanlah cuka apel dengan rajin secara jangka panjang untuk memperoleh hasil yang maksimal.

  • Retinol

Retinol dan metabolit aktifnya, seperti retinal, tretinoin, isotretinoin dan alitretinoin termasuk dalam kelompok retinoid generasi pertama. Zat-zat tersebut bekerja sama untuk meningkatkan regenerasi sel dan produksi kolagen. Pemakaian produk-produk kosmetik seperti toner atau serum yang mengandung retinol dengan komposisi 5% dipercaya cukup bagus dalam proses menebalkan kulit, sehingga membuat spider veins kurang terlihat.

Seperti yang kita ketahui, sesuatu akan lebih baik jika dikonsultasikan kepada ahlinya. Karena lebih baik kita harus memastikan terlebih dahulu, apakah ini benar-benar spider veins atau bukan. Penanganan spider veins yang dilakukan oleh dokter dapat berupa:

  • Penyuntikan cairan injeksi (sclerotherapy)

Dalam prosedur ini, dokter akan menyuntikkan pembuluh darah dengan larutan yang melukai dan menutup pembuluh darah tersebut. Sehingga, menyebabkan darah mengalir kembali melalui pembuluh darah yang lebih sehat. Spider veins yang dirawat akan memudar dalam beberapa minggu. Walaupun vena yang sama mungkin perlu disuntikkan lebih dari sekali, sclerotherapy biasanya efektif jika dilakukan dengan benar oleh pakarnya.

  • Terapi laser (endovenous laser ablation)

Jenis terapi laser ini bekerja dengan mengirimkan semburan cahaya yang kuat ke dalam vena yang membuat vena perlahan memudar dan menghilang. Namun saat ini, terapi laser telah memiliki cara kerja yang lebih baru yaitu dengan menggunakan energi frekuensi radio.

Perlu dicatat bahwa spider veins tidak bisa dihilangkan secara total dan hanya bisa disamarkan. Bagi Anda yang ingin mencegah penambahan atau munculnya spider veins, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Tetap aktif

Bergerak lebih banyak dapat membantu mencegah spider veins. Jika Anda merasa telah duduk atau bediri terlalu lama, maka berjalanlah 10 sampai 15 langkah untuk mengurangi tekanan dalam sistem vena.

2. Menggunakan tabir surya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, paparan sinar matahari langsung akan menyebabkan spider veins. Maka dari itu, apabila Anda memiliki aktivitas di luar rumah gunakanlah sunscreen atau tabir surya dan jangan lupa untuk menggunakannya kembali tiap 2-3 jam sekali.

3. Hindari mencuci wajah dengan air panas

Perubahan suhu yang ekstrem juga dapat memicu munculnya pembuluh darah laba-laba. Penggunaan air panas untuk mencuci wajah pun hanya akan membuat wajah menjadi kering. Jadi, sebaiknya gunakan air dingin atau hangat saja.

4. Rajin merawat kulit

Hal terpenting untuk menghindari munculnya spider veins adalah selalu menjaga kesehatan kulit. Pastikan Anda mengenal tipe kulit dan menggunakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan agar kulit Anda selalu dalam keadaan bersih, lembap, dan juga sehat.

Kesimpulannya, spider veins memanglah sesuatu yang sangat mengganggu bagi penampilan di wajah maupun di anggota tubuh lainnya. Namun, perlu diingat bahwa keberadaan spider veins tidaklah membahayakan. Walaupun tidak diobati, spider veins biasanya tidak akan menyebabkan masalah medis yang signifikan. Jadi, Anda tidak perlu merasa malu apabila memiliki spider veins karena bisa dengan mudah ditutupi oleh bedak ataupun riasan. Jangan lupa menjaga kesehatan kulit karena sangat membantu dalam menangani spider veins.

Referensi:

Haurani, M. 2019. 5 things you should know about spider veins, https://wexnermedical.osu.edu/blog/5-things-you-should-know-about-spider-veins, diakses pada 09 November 2021 pukul 13.00

Lawrence E. Gibson, M.D. 2020. Spider veins: How are they removed?, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/expert-answers/spider-veins/faq-20058284, diakses pada 09 November 2021 pukul 13.15