Konten dari Pengguna

Hujan Karya Tere Liye: Saat Dunia Masa Depan Runtuh, Kisah Lail dan Esok Dimulai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadind Anggun Wahyuningtiyas (Nadind) tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Rumeysa Demir / Pexels.https://www.pexels.com/id-id/foto/jendela-literatur-buka-buku-tembakan-vertikal-10802094/
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Rumeysa Demir / Pexels.https://www.pexels.com/id-id/foto/jendela-literatur-buka-buku-tembakan-vertikal-10802094/

Pendahuluan

Menurutku, Hujan karya Tere Liye adalah novel yang berani memulai ceritanya dari tempat yang tidak biasa: masa depan. Di tengah banyaknya cerita yang berlatar masa kini, aku merasa pilihan ini langsung membuat novel ini punya daya tarik tersendiri. Tapi apakah seluruh ceritanya sekuat pembukanya? Menurutku, tidak sepenuhnya.

Gambaran Singkat Cerita

Cerita berlatar tahun 2042, ketika teknologi sudah sangat maju dan kehidupan terlihat serba canggih. Namun, suasana itu tidak bertahan lama karena bencana alam besar mengubah semuanya. Setelah itu, cerita berfokus pada dua tokoh utama, Lail dan Esok, meski semakin lama sorotannya lebih banyak tertuju pada kisah hidup Lail.

Kelebihan Menurutku

Latar masa depannya bikin aku tertarik sejak awal. Di bab awal, aku langsung penasaran karena dunianya digambarkan modern, canggih, dan punya sistem yang terasa "masa depan banget". Menurutku ini pembuka yang segar dan berhasil menarik perhatian pembaca.

Perubahan dunianya dramatis. Aku suka bagaimana dunia yang tadinya serba maju tiba-tiba berubah karena bencana besar. Kontras itu menurutku memberi fondasi yang kuat dan membuatku ingin tahu bagaimana para tokohnya akan menghadapinya.

Kekurangan Menurutku

Alurnya terasa terlalu cepat, dan ini yang paling mengganggu buatku. Jujur, bagian ini bikin aku agak kurang masuk ke cerita. Alurnya terasa dipaksa cepat, sehingga beberapa kejadian terkesan terlalu gampang atau berlebihan. Beberapa kali aku bertanya dalam hati, "Kok bisa semudah itu ya?"

Konflik tidak diberi ruang untuk berkembang. Banyak hal yang dialami Lail terasa lancar karena ceritanya melaju terlalu kencang. Menurutku, akibatnya konflik jadi kurang terasa dan tidak sempat tumbuh secara natural. Sayang sekali, karena premisnya sebenarnya punya potensi besar.

Kesimpulan

Bagiku, Hujan kuat di awal tetapi kurang sabar di tengah. Latar masa depan dan bencana besarnya menarik, tetapi alur yang terlalu cepat membuat sebagian konflik terasa kurang matang. Meski begitu, aku tetap menganggap novel ini layak dicoba, terutama kalau kamu suka cerita bernuansa masa depan dan kisah tokoh yang bertahan di tengah perubahan besar.

Rating versiku: 3,5/5

Cocok untuk: kamu yang suka fiksi bertema masa depan dan cerita bertahan hidup setelah bencana.