Seni sebagai Profesi : Peran Seniman dalam Mempertahankan Identitas Budaya

Saya adalah Mahasiswa Universitas Airlangga dengan prodi Sains, yaitu S1 Teknologi Hasil Perikanan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nadine Pandya Jayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seniman merupakan julukan bagi seseorang yang memiliki bakat, kreativitas, dan kemampuan untuk menciptakan serta menggelar sebuah karya seni. Namun, di Indonesia, profesi ini sering kali tidak dianggap sebagai pekerjaan utama. Masyarakat memandang seni hanya sebatas hobi, bukan profesi yang menghasilkan pendapatan atau karier yang menjanjikan di masa depan. Pandangan masyarakat ini muncul akibat kurangnya apresiasi dan dukungan terhadap profesi seniman. Padahal, profesi seniman memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mempertahankan identitas budaya. Melalui karya-karya yang mereka ciptakan secara tidak langsung ikut memperkenalkan budaya Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Seni tradisional Indonesia, yang terdiri dari seni tari, seni ukir, dan seni musik yang berasal dari gamelan, memiliki posisi yang sangat penting dalam mempertahankan identitas budaya. Ketiga jenis seni tradisional ini tidak hanya sebagai bagian dari warisan budaya, akan tetapi juga menjadi jembatan penghubung antara kita dan nenek moyang terdahulu yang telah menciptakan dan mewariskan seni tersebut pada generasi baru yang terus berkembang. Pada setiap gerakan tari, setiap ukiran, dan setiap alunan gamelan yang dimainkan, didalamnya tersimpan nilai-nilai budaya yang menjadi cerminan kehidupan masyarakat terdahulu.
Melalui karya yang diciptakan oleh para seniman, seni tidak hanya dipertahankan, melainkan dihidupkan kembali dalam penyajian baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Seniman-seniman kita, menciptakan sebuah karya dengan penuh kreativitas dan niat tulus sebagai bentuk dedikasi diri mereka pada budaya lokal. Meskipun karya seni tradisional yang diciptakan mengikuti perkembangan zaman, para seniman selalu memastikan bahwa esensi dan makna yang terkandung dalam karya tersebut sama sekali tidak hilang sedikitpun. Nilai-nilai yang terkandung beserta dengan pesan di dalamnya masih tetap terjaga disetiap karyanya, sebagai bentuk menghormati dan menghargai apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang.
Seiring perkembangan zaman, seni tradisional sebagai identitas budaya bangsa kini menghadapi tantangan besar. Arus globalisasi, modernisasi, dan kurangnya minat generasi muda terhadap budaya lokal membuat seni tradisional perlahan mulai terpinggirkan. Generasi muda merasa bahwa seni tradisional kurang relevan dengan kehidupan mereka yang serba modern. Pemikiran seperti ini yang menjadi penyebab minat generasi muda untuk mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya kurang diminati. Tanpa adanya generasi muda yang menjadi penerus warisan budaya, membuat pihak lain memiliki potensi besar untuk merebut dan merampas budaya kita.
Permasalahan tersebut yang membuat para seniman tergerak untuk terus melestarikan seni tradisional sebagai salah satu profesi. Banyak dari mereka yang bekerja keras untuk tetap mempertahankan bentuk seni tradisional, walaupun profesi yang dijalankan menghadapi banyak tantangan, seperti :
1. Kurangnya dukungan dalam segi finansial dan apresiasi, baik dari pemerintah, sektor wisata dan masyarakat itu sendiri. Hal ini membuat tidak sedikit seniman yang masih bertahan.
2. Kompetisi dengan budaya luar. Banyaknya budaya modern yang masuk sering kali menggeser seni tradisional, apalagi generasi muda yang lebih condong menyukai budaya luar dibandingkan budaya lokal sendiri.
3. Kurangnya pendidikan dalam hal seni. Banyak dari mereka yang memiliki pikiran bahwa pendidikan seni hanya membuang-buang waktu, memiliki karir yang tidak jelas bahkan tidak sedikit yang berkata bahwa seorang lulusan seni nantinya menjadi pengangguran saja.
Tantangan-tantangan yang dihadapi para seniman tersebut seharusnya dapat segera diatasi, baik dari pemerintah ataupun masyarakat itu sendiri. Terutama bagi kalangan generasi muda untuk menghidupkan kembali seni tradisional melanjutkan, perjuangan para seniman yang ada.
Secara keseluruhan, pandangan mereka terkait profesi seniman juga harus dirubah. Mereka harus mau mengakui bahwa seniman merupakan salah satu profesi yang memiliki peran penting untuk memperkenalkan budaya lokal kepada dunia. Kita sebagai masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung para seniman agar tetap bertahan memainkan perannya sebagai pencipta karya seni bangsa.
Nadine Pandya Jayanti, Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Universitas Airlangga.
