Konten dari Pengguna

Mitos dan Pandangan Manusia Modern: Antara Warisan Budaya & Relevansi Masa Kini

Nadiya Islamiyah

Nadiya Islamiyah

Mahasiswi Jurusan Hukum Tata Negara. Kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bangkalan, Komisariat Cakraningrat Galis.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadiya Islamiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Mitos dan Pandangan Manusia Modern. Sumber: ChatGPT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Mitos dan Pandangan Manusia Modern. Sumber: ChatGPT

Mitos menurut Cremers adalah suatu cerita suci yang berbentuk simbolik, dan menceritakan hubungan antara kejadian nyata dan imajiner. Ia tidak hanya menjelaskan tentang asal-usul dunia atau peristiwa besar di masa lalu, tetapi juga menggambarkan kekuatan-kekuatan adikodrati yang memengaruhi kehidupan manusia, masyarakat, bahkan pahlawan-pahlawan yang dianggap memiliki hubungan dengan dunia spiritual (Endraswara, 2006:52).

Artinya, mitos tidak hanya berisi cerita, tetapi juga menyimpan nilai-nilai filosofis, spiritual, dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat yang mempercayainya. Dalam masyarakat tradisional, mitos menjelaskan fenomena yang tidak mampu dijelaskan secara ilmiah. Banyak masyarakat di Nusantara percaya bahwa pohon besar atau hutan tertentu dihuni oleh penunggu gaib.

Masyarakat biasanya akan memberi sesaji sebelum menebang pohon besar, sebagai bentuk penghormatan agar tidak terjadi musibah. Namun di balik kisah-kisah itu, tersimpan pesan moral, peringatan, dan nilai-nilai hidup yang membentuk kesadaran kolektif suatu budaya.

Salah satu alasan masyarakat zaman dahulu menggunakan mitos adalah untuk menjaga kelestarian alam dan tatanan sosial. Dengan membingkai larangan atau aturan dalam bentuk cerita sakral, masyarakat terdorong untuk menghormati alam dan hidup secara harmonis dengannya.

Mitos menciptakan rasa takut yang sakral dan memperkuat norma tanpa memerlukan hukum tertulis, menjadikannya alat yang efektif untuk pelestarian dan pendidikan nilai secara turun-temurun.

Bagi manusia modern, mitos memang tidak lagi diyakini secara harfiah seperti pada masa lampau. Namun, jejak mitos masih sangat terasa, terutama dalam berbagai bentuk budaya populer yang kita nikmati sehari-hari. Tanpa disadari, banyak film, novel, bahkan iklan dan video game, mengadopsi pola-pola narasi yang serupa dengan struktur mitologis.

Begitu juga dalam kisah-kisah seperti Avatar karya James Cameron, yang menggambarkan perjuangan manusia untuk memahami dan menyatu dengan alam. Dalam cerita ini, masyarakat Na'vi dan planet Pandora digambarkan dengan nuansa mitologis alam yang hidup, roh leluhur, dan kesatuan spiritual antara makhluk hidup semua menggema dari kepercayaan kuno yang masih hidup dalam mitos-mitos tradisional.

Dengan kata lain, meskipun dibalut teknologi dan visual modern, cerita-cerita ini tetap menghidupkan esensi mitos pencarian jati diri, pertarungan batin, serta hubungan manusia dengan kekuatan yang lebih besar dari dirinya. Mitos terus hadir, bukan sebagai sisa masa lalu, melainkan sebagai fondasi naratif yang masih menginspirasi manusia modern dalam memahami dunia dan dirinya sendiri.