Mengapa Banyak Orang Lebih Percaya TikTok?

Mahasiswa S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FISH UNJ
ยทwaktu baca 5 menit
Tulisan dari Nadwa Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai sumber informasi yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Melalui jaringan berbasis internet, pengguna dapat berinteraksi secara langsung, berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, serta mengonsumsi berbagai jenis konten dalam waktu yang sangat cepat.
Media sosial merupakan layanan berbasis internet yang memungkinkan penggunanya untuk menciptakan dan berbagi informasi, ide, serta pengalaman dengan pengguna lain. Perkembangan media sosial yang semakin pesat telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan kehidupan sosial, sehingga menjadikannya salah satu media komunikasi yang paling berpengaruh di era digital saat ini,
Sebagai salah satu bentuk perkembangan media sosial tersebut, TikTok muncul sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan untuk memperoleh informasi dan hiburan. TikTok merupakan platform berbasis audio-visual yang memungkinkan pengguna menikmati sekaligus membagikan konten dalam bentuk video pendek dengan berbagai fitur menarik, seperti musik, filter, dan efek kreatif.
Kemudahan dalam membuat serta mengakses konten menjadikan TikTok berkembang pesat dan diminati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. TikTok tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap pengguna untuk menjadi kreator konten secara mudah. Kondisi ini membuat TikTok semakin sering digunakan sebagai sumber informasi mengenai berbagai isu sosial, politik, pendidikan, hingga peristiwa terkini.
Meningkatnya penggunaan platform digital untuk mengakses informasi menunjukkan bahwa dalam era digital, masyarakat memiliki kebebasan berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Perkembangan internet dan teknologi informasi telah membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai sumber informasi, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada media berita konvensional sebagai satu-satunya rujukan. Informasi kini dapat diperoleh dengan mudah melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial yang menawarkan kecepatan dan kemudahan akses.
Kondisi tersebut mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi informasi di masyarakat, di mana pengguna semakin aktif memilih sumber informasi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
Di tengah semakin beragamnya sumber informasi yang tersedia, media berita merupakan sarana komunikasi massa yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa, isu, maupun fakta yang memiliki nilai berita.
Media berita dapat berbentuk media cetak, elektronik, maupun daring yang bertujuan memberikan informasi yang akurat, aktual, dan relevan kepada publik. Selain sebagai penyedia informasi, media berita juga berperan dalam memberikan edukasi, melakukan kontrol sosial, serta membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di tingkat nasional dan internasional.
Dalam menjalankan fungsi tersebut, setiap berita yang dipublikasikan umumnya melalui proses pencarian data, verifikasi sumber, dan validasi fakta sebelum disampaikan kepada masyarakat. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan sesuai dengan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berbeda dengan mekanisme penyebaran informasi pada media berita, fenomena meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang beredar di TikTok menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi informasi di era digital.
Banyak pengguna lebih memilih memperoleh informasi melalui video pendek karena dianggap lebih praktis dan mudah dipahami dibandingkan membaca artikel berita yang panjang. Penyajian informasi yang memadukan unsur visual, audio, dan teks membuat pesan dapat diterima dengan lebih cepat.
Selain itu, informasi sering kali disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga lebih mudah menarik perhatian pengguna dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Selain dipengaruhi oleh cara penyajian informasi, faktor lain yang memengaruhi tingginya tingkat kepercayaan masyarakat adalah sistem algoritma yang menampilkan konten sesuai minat dan preferensi pengguna.
Melalui mekanisme tersebut, pengguna cenderung menerima informasi yang relevan dengan topik yang sering mereka lihat atau cari. Akibatnya, pengguna dapat terus terpapar oleh informasi dari sumber yang sama secara berulang, sehingga muncul rasa familiar dan kepercayaan terhadap konten yang disampaikan.
Di sisi lain, banyak kreator konten dianggap lebih dekat dengan audiens karena menyampaikan informasi secara santai, interaktif, dan tidak seformal media berita. Kedekatan ini sering kali membuat pengguna merasa lebih mudah memahami dan menerima informasi yang diberikan.
Dampak dari kondisi tersebut semakin terlihat pada generasi muda yang lebih sering mengakses media sosial dibandingkan portal berita konvensional. Berbagai informasi mengenai peristiwa terkini, isu sosial, politik, maupun pendidikan dapat tersebar dengan sangat cepat dan menjangkau jutaan pengguna dalam waktu singkat.
Kecepatan penyebaran informasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama. Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki tingkat akurasi yang sama karena sebagian besar konten dapat dipublikasikan tanpa melalui proses verifikasi.
Fenomena meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap TikTok dibandingkan media berita menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi informasi di era digital. Penyajian informasi yang singkat, menarik, mudah dipahami, serta didukung oleh algoritma yang menyesuaikan konten dengan minat pengguna menjadikan TikTok semakin banyak digunakan sebagai sumber informasi, terutama oleh generasi muda.
Namun, berbeda dengan media berita yang menerapkan proses verifikasi fakta dan berpedoman pada kode etik jurnalistik, informasi yang beredar di media sosial tidak selalu melalui proses pemeriksaan yang sama.
Oleh karena itu, meskipun TikTok memberikan kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi, masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital agar dapat memilah informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
